Survei Sebut Peran Wapres Tidak Signifikan, PKB Sebut Ma'ruf Tak Kejar Popularitas

Senin, 16 November 2020 14:42 Reporter : Ahda Bayhaqi
Survei Sebut Peran Wapres Tidak Signifikan, PKB Sebut Ma'ruf Tak Kejar Popularitas Wapres Maruf Amin upacara virtual Hari Pancasila. ©2020 Merdeka.com/Setwapres

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak populer karena jarang menjadi pembicaraan publik. Hal itu diungkap riset INDEF Datalyst Center. Peran Ma'ruf Amin dinilai tidak signifikan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menganggap maklum saja. Karena indikator tersebut cuma sebatas perbincangan media.

"Kita maklum, positif saja wong itu cuma perbincangan media," kata dia melalui pesan singkat, Senin (16/11).

Menurut Jazilul, Ma'ruf menjalankan tugasnya dengan baik meski jarang diberitakan dan menjadi perbincangan di dunia maya. Menurutnya pun pembagian peran antara Presiden dan Wapres sudah berjalan baik.

"Kiai Ma'ruf tetap menjalankan tugas sebagai Wapres meskipun jarang diberitakan dan diperbincangkan di dunia maya," kata Wakil Ketua MPR RI ini.

Jazilul mengatakan, Ma'ruf sebagai wakil presiden tidak mengejar popularitas.

"Lagi pula Kiai Ma'ruf juga tidak mengejar popularitas kok," pungkasnya.

Hasil riset INDEF Datalyst Center, menyatakan kalau Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak populer karena jarang menjadi pembicaraan publik. Menurut riset itu, publik jarang membahas sikap, kebijakan maupun pemikiran dari Wapres.

"Perbincangan terkait wakil presiden hanya 104,9 ribu percakapan, sangat jauh di bawah intensitas perbincangan terkait presiden. Ini mengindikasikan wakil presiden terlihat seperti ban serep pada masa orde baru," kata peneliti INDEF, Didik J Rachbini, Minggu (15/11). [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Survei
  3. Wapres Maruf Amin
  4. PKB
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini