Survei Median: Elektabilitas Jokowi dan Cak Imin naik, Prabowo turun

Senin, 16 April 2018 14:23 Reporter : Merdeka
Survei Median: Elektabilitas Jokowi dan Cak Imin naik, Prabowo turun Direktur Riset Median Sudarto. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Lembaga penelitian Media Survei Nasional atau Median hari ini merilis hasil riset yang dilakukan 24 Maret-6 April 2018. Adapun 6 tokoh mengalami kenaikan suaranya dari Februari sampai April, termasuk Jokowi.

Direktur Riset Median, Sudarto, mengatakan, tokoh yang mengalami kenaikan yaitu Jokowi dari 35 persen menjadi 36,2 persen.

"Kemudian ada Jusuf Kalla 2,2 persen menjadi 4,3 persen, Muhaimin Iskandar 0,2 persen menjadi 1,9 persen. Gatot Nurmantyo 5,5 persen menjadi 7 persen, Anis Matta 1,5 persen menjadi 1,7 persen dan Tuan Guru Bajang dari 0,8 persen menjadi 1,5 persen," ucap Sudarto di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Sementara itu, 4 tokoh menurut surveinya, mengalami keturunan. Di antaranya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dari 21,2 persen menjadi 20,4 persen.

"Kemudian Anies Baswedan 4,5 persen menjadi 2 persen, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dari 3,3 persen menjadi 1,8 persen. Dan Harry Tanoesoedibjo dari 1,7 persen menjadi 1,6 persen," jelas Sudarto.

Dia menyimpulkan, suara Jokowi naik, karena faktor kepuasan dari masyarakat yang merasakan dampak dari pembangunan infrastruktur.

"Dari data kami memang terjadi peningkatkan, tingkat kepuasan naik. Itu lebih terkait banyaknya infrastruktur yang selesai dan bisa dinikmati. Kalau masih terus melahirkan kebijakan pro rakyat bukan mustahil elektabilitasnya naik," tutur Sudarto.

Dia menyadari bahwa survei yang dilakukan lembaganya, dilakukan sebelum Gerindra melakukan deklarasi terhadap Prabowo, yaitu tanggal 11 April. Meski demikian, Sudarto menyebut turunnya suara Prabowo karena faktor temperamental.

Diketahui, sebelum deklarasi, Prabowo menjadi sorotan lantaran menyebut Indonesia akan bubar di tahun 2030. Yang menjadi polemik.

"Kami menemukan fakta, bahwa pembawaan Pak Prabowo cenderung temperamental dan kecenderungan kelewat berapi-api, membuat turun dalam 2 bulan terakhir. Tapi pada umumnya, jika sudah diambil (survei) saat deklarasi, suaranya akan naik," tandasnya.

Penelitan ini juga memuat hasil survei jika Pilpres dilakukan hari ini, maka, Jokowi masih berada di peringkat atas dengan raihan 36,2 persen. Menyusul kemudian Prabowo dengan 20,4 persen dan Gatot Nurmantyo 7 persen. Di tempat keempat ada nama Jusuf Kalla 4,3 persen, lalu Anies Baswedan 2 persen.

Nama Muhaimin Iskandar meraih 1,9 persen, AHY 1,8 persen, Anis Matta 1,7 persen, Harry Tanoesoedibjo 1,6 persen, TGB M.Zainul Madji 1,5 persen, Yusril Izha Mahendra 1 persen, Fahri Hamzah 0,8 persen.

Sedangkan nama-nama seperti Ahmad Heryawan, Wiranto, Rizieq Shihab meraih 0,6 persen. Hendropriyono, Rizal Ramli, dan Megawati 0,4 persen, Mahfud MD, Sri Mulyani, Ridwan Kamil, Chairul Tanjung 0,3 persen. Puan Maharani dan SBY berbagi angka yang sama, yakni 0,2 persen. Menyusul Tri Rismaharini, Tommy Suharto, dan Tito Karnavian 0,1 persen. Sedangkan yang belum memilih 14,8 persen.

Adapun survei ini mengambil sampel 1.200 responden yang merupakan seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara random atau acak, dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. "Ini (survei) dibiayai secara mandiri," tutup Sudarto.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini