Survei 5 Capres Terpopuler di Indonesia Timur, Prabowo dan Anies Teratas

Jumat, 10 September 2021 11:48 Reporter : Merdeka
Survei 5 Capres Terpopuler di Indonesia Timur, Prabowo dan Anies Teratas Prabowo dan Anies Baswedan resmikan Roemah Djoeang. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Lembaga Riset Independen INDex Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai tokoh-tokoh paling kuat sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden di wilayah timur Indonesia atau Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan).

Hasilnya, terdapat 5 nama yang paling populer di mata responden yang dianggap berpotensi sebagai calon presiden Indonesia tahun 2024, yaitu Prabowo Subianto (popularitas 98,3%), Anies Baswedan (95,4%), Puan Maharani (88,9%), Ganjar Pranowo (70,4%), dan Airlangga Hartarto (51,4%).

"Namun popularitas belum tentu seiring dengan akseptabilitas. Soal seberapa diterima mereka oleh publik sebagai Capres, petanya jadi berbeda. Tentang ini Anies Baswedan memimpin di angka 86,5%, disusul Ganjar Pranowo (86,3%), Prabowo Subianto (85,5), Airlangga Hartarto (68,6%), dan Puan Maharani di ururan buncit (49,9%).

"Meskipun popularitas Ganjar belum ideal namun nilai akseptabilitasnya cukup baik, setara dengan Prabowo dan Anies. Sebaliknya Puan Maharani, popularitas ideal namun akseptabilitasnya rendah," kata Direktur Index Agung Prihatna dalam rilis daring, Jumat (10/9).

Apabila dikontestasikan, kata Agung, tiga tokoh yang paling akseptabel tersebut, yaitu Prabowo, Anies, dan Ganjar, memiliki peluang yang sama-sama prospektifnya. "Dengan angka saling mengejar, faktor cawapres nantinya akan signifikan untuk meningkatkan elektabilitas," katanya.

Di posisi cawapres ada nama-nama tenar, baik asli Indonesia Timur maupun nama-nama dari Jakarta. Di antaranya Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Mendagri Tito Karnavian, dan Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Amran Sulaiman muncul sebagai tokoh lokal yang paling sering disebut oleh responden.

Menurut Agung, konstelasi ini harus diwaspadai, karena pasangan capres cawapres bisa saling mendukung atau sebaliknya, saling menegasikan. Misalnya Prabowo dipasangkan AHY, itu membuat perolehan suara jadi turun karena mereka memiliki captive yang sama. "Bila keliru memilih cawapres, elektabilitas bisa jeblok," katanya.

Selain itu, Agung menilai orang Indonesia Timur agaknya belum meunculkan figur lokal untuk calon presiden sehingga nama-bama capres relatif sudah baku dan sulit digoyang. Dengan konstalasi seperti itu Capres berada dalam persimpangan, apakah memilih pendamping yang berbasis partai atau kedaerahan.

"Calon wakil presiden yang memiliki pengaruh kedaerahan memiliki sebaran kurang merata, namun biasanya memiliki pendukung yang solid dan militan," ujarnya.

Survei ini digelar di empat kepulauan besar di Indonesia, selain Jawa, Sumatra, dan Nusa Tenggara. Survei Index Indonesia dilakukan selama bulan Agustus dengan 1.000 responden berusia di atas 17 tahun yang dipilih secara random. Dengan margin of error 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter: Delvira Hutabarat/Liputan6.com [bal]

Baca juga:
Elektabilitas Naik, Airlangga Mulai Dikenal Masyarakat
Survei ASI: Prabowo Teratas pada Simulasi Pilpres 2024
DPR akan Tetapkan Hari-H Pemilu 2024 Pada 16 September

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini