Surat Suara Tercoblos, Bawaslu Perintahkan Pemungutan Ulang Metode Pos di Malaysia

Selasa, 16 April 2019 16:45 Reporter : Nur Habibie
Surat Suara Tercoblos, Bawaslu Perintahkan Pemungutan Ulang Metode Pos di Malaysia Penemuan surat suara tercoblos di Kuala Lumpur. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk menggelar pemungutan suara ulang di Malaysia bagi pemilih yang menggunakan metode pengiriman pos. Rekomendasi ini sebagai solusi kasus temuan surat suara tercoblos di Malaysia beberapa waktu lalu.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menyimpulan, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) terbukti secara sah dan menyakinkan tidak melaksanakan tugasnya secara objektif dan transparan. Karena itu Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang.

"Pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur untuk memenuhi hak WNI di Kuala Lumpur.
Bawaslu memerintahkan PPLN untuk Pemungutan Ulang untuk yang melalui metode pos," ujar Bagja di kantor Bawaslu, Selasa (16/4).

Ketua Bawaslu Abhan menambahkan, di Kuala Lumpur tercatat ada 319.293 pemilih yang menggunakan metode pos.

"Ini yang kami rekomendasi khusus untuk pemungutan suara ulang," katanya.

Berkaitan dengan digelarnya pemungutan suara ulang di Malaysia, maka untuk penghitungan surat suara yang sudah terkumpul dengan metode pos, ditangguhkan.

"Besok mulai penghitungan di masing-masing PPLN luar negeri, maka dengan rekomendasi pemungutan ulang ini, surat suara yang pos dan sudah terkirim, tidak dilakukan penghitungan."

Dia menuturkan, terkait rekomendasi pemungutan ulang di Kuala Lumpur, pihaknya sudah koordinasi dengan KPU dan DKPP. "Perlu kami sampaikan, rekomendasi ini juga berdasarkan investigasi tim kami yang selama dua hari di Malaysia melakukan klarifikasi anggota PPLN berjumlah 7 orang, tiga pengawas Luar Neger, dan dua saksi. Kami juga klarifikasi ke dubes. Total ada 11 orang yang kami klarifikasi," tutupnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini