Surat Suara di Malaysia Sudah Tercoblos, Sandi Ingatkan Pemilu Harus Jujur dan Adil

Sabtu, 13 April 2019 12:32 Reporter : Kirom
Surat Suara di Malaysia Sudah Tercoblos, Sandi Ingatkan Pemilu Harus Jujur dan Adil Sandiaga Kampanye di Tangerang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berharap semua pihak sama-sama menjaga pemilu tetap mengedepankan asas jujur, bersih dan adil. Pernyataan ini menyikapi dugaan surat suara tercoblos di Malaysia.

Bawaslu maupun KPU sudah mengirimkan timnya untuk terbang ke Malaysia dan menyelidiki kasus ini.

"Sekali kami lagi sampaikan, mari kita jaga proses demokrasi ini, jangan kita ciderai. Masyarakat menginginkan Pemilu yang jujur dan adil," kata dia kepada wartawan usai menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Ahmad Yani, Alun-alun Kota Tangerang, Sabtu (13/4).

Menurut Sandi, jika pemilu terselenggara dengan jujur dan adil, maka masyarakat di seluruh Indonesia bakal antusias menyambut perubahan.

"Ini gerakan yang sudah tidak terbendung lagi, bahwa masyarakat menginginkan pemilu yang transparan jujur dan adil, jangan lagi kita toleransi. Dan saya mengimbau aparat segera menuntaskan kasus ini untuk mengembalikan rasa percaya masyarakat terhadap proses pemilu ini," ucapnya.

Sebelumnya, beredar luas video berdurasi singkat yang menampilkan masyarakat setempat menggerebek sebuah ruko kosong yang disebutkan berada di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia. Di dalam ruko itu ditemukan sejumlah kantong berisi surat suara yang diduga sudah dicoblos untuk pemilihan presiden pasangan tertentu. Tidak hanya itu ditemukan juga surat suara tercoblos untuk beberapa nama calon anggota legislatif dari partai politik tertentu.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Malaysia, Yaza Azzahara Ulyana mengungkap, kronologi surat suara tercoblos di wilayah tugasnya. Dia mengaku, temuan tersebut berasal dari Relawan Sekber Satgas BPN Prabowo-Sandiaga (Padi) di Malaysia.

"Pada pukul 12.48 waktu setempat kami menerima aduan dari seorang relawan sekber, satgas BPN Padi Malaysia yang bernama Parlaungan melalui pesan WhatsApp. Bahwa ada dugaan penyelundupan surat suara yang dilakukan oleh oknum tertentu," kata Yaza lewat siaran pers diterima yang diterima di Jakarta, Kamis (11/4).

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifudin meyakini surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia menggunakan metode pos. Metode pos adalah surat suara dikirim ke alamat setiap pemilih. Bawaslu juga merasa janggal kenapa surat suara itu terkumpul dalam satu gudang. Nantinya, pemilih akan mencoblos surat suara tersebut dan dikirim kembali ke PO Box pos yang telah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kendati meyakini surat suara tersebut menggunakan metode pos, Afif mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi tim yang meninjau langsung ke lokasi. Termasuk mendengar informasi detail perihal kejadian tersebut dari pihak KPU sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemilu.

"Secara organisasi, ini meyakinkan kami bahwa itu surat suara yang pos, tapi investigasi yang kami lakukan untuk memastikan semuanya termasuk mendengarkan dari teman-teman KPU sebagai penanggungjawab utama dan distribusi logistik yang dimaksud," ujar Afif, Jumat (12/4).

Capres petahana meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pihak kepolisian mengusut tuntas temuan surat suara tercoblos di Malaysia. Jokowi tak ingin kasus tersebut meresahkan masyarakat serta merusak pesta demokrasi.

"Ya seperti yang saya sampaikan ya itu dicek saja dilakukan investigasi, baik oleh Bawaslu, baik oleh kepolisian. Kalau ada yang dilanggar, Bawaslu bisa menindak atau kalau ada pidananya ya Polri harus tegas polisi harus tegas melakukan tindakan hukum," kata Jokowi di Sentul Kabupaten Bogor Jawa Barat, Jumat (12/4).

Jokowi mengaku timnya tidak melakukan penyelidikan internal terkait temuan tersebut. Menurut dia, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyerahkan kasus ini kepada Bawaslu dan Polri.

"Kita serahkan ke Bawaslu lah mekanisme di pemilu kan Bawaslu. Kalau mekanisme pidananya di polisi. Itu saja sudah," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini