Solo Raya Polling: Gibran-Purnomo Diduetkan, Kesuksesan Jokowi-Rudy Bisa Terulang

Selasa, 23 Juni 2020 18:39 Reporter : Arie Sunaryo
Solo Raya Polling: Gibran-Purnomo Diduetkan, Kesuksesan Jokowi-Rudy Bisa Terulang Gibran dan Achmad Purnomo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kesuksesan Pilkada Solo tahun 2010 dengan kemenangan pasangan Jokowi-Rudy (Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo) bisa terulang di 2020 jika Gibran Rakabuming Raka dipasangkan dengan Achmad Purnomo. Selain populer, kedua tokoh beda generasi tersebut juga memiliki elektabilitas tinggi.

Prediksi tersebut disampaikan Ketua lembaga survei Solo Raya Polling Suwardi, di Solo, Selasa (23/6). Pada pilkada Solo 2010, pasangan Jokowi-Rudy mendulang suara lebih dari 90 persen. Kemenangan ini bisa terulang pada pilkada 9 Desember 2020 karena diprediksi lawan PDIP berasal dari pasangan independen yang elektabilitas rendah.

"Kalau peserta pilkada Solo diikuti dua pasangan calon Gibran – Purnomo dan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo, Pilkada Solo akan selesai," katanya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukannya, duet Gibran - Purnomo dipilih oleh 91 persen responden. Sedangkan pasangan Tikus Pithi, Bagyo - Pardjo hanya akan memperoleh suara 2 persen. Sisanya 7 persen tidak memilih.

"Baik Pendukung Gibran maupun pendukung Purnomo menghendaki mereka bersatu. Ini akan mengulang sukses Pilkada 2010 yang memenangkan pasangan Jokowi - Rudy 90 persen," katanya.

Solo Raya Polling menggelar survei terkait Pilkada Solo 2020 sejak 14-22 Juni 2020. Survei dilakukan dengan 1008 responden warga Kota Solo yang namanya terdaftar dalam DPT pemilu 2019. Penarikan sample menggunakan teknik “cuplikan random sampling” dengan kerangka sample DPT TPS pada titik lokasi survei (TLS).

Distribusi TLS dilakukan dengan memperhatikan sebaran wilayah. Jumlah titik lokasi survei 126 TLS dengan jumlah responden untuk masing-masing TLS 8.

Menurut Suwardi, besaran sampel tersebut memenuhi kriteria tingkat signifikansi pada posisi 95 persen dengan kerapatan tinggi (50:50) dan margin error 3,5 persen.

"Teknik pengumpulan data kita lakukan dengan wawancara face to face dengan instrumen data kuesioner tertutup dan alat peraga. Analisis data dengan alat bantu solfware SPSS," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini