Sohibul disebut 'bersihkan' loyalis Anis Matta karena kalah elektabilitas

Kamis, 5 April 2018 14:07 Reporter : Sania Mashabi
Sohibul disebut 'bersihkan' loyalis Anis Matta karena kalah elektabilitas Deklarasi PKS dukung Prabowo. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Fahri Hamzah menuding Presiden PKS Sohibul Iman tengah melakukan pembersihan terhadap loyalis Anis Matta di partainya. Salah satu alasan yang Fahri yakini, karena elektabilitas Anis Matta terus melejit dibanding kader PKS yang direkomendasikan sebagai bakal calon presiden 2019.

"Ya salah satunya (nama melejit jelang pilpres)," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).

Fahri mengklaim, elektabilitas Anis mengalahkan Sohibul Iman bahkan Ahmad Heryawan. Hal itu tertuang dalam survei terakhir Median. Anis mendapat 1,5 persen di atas kader PKS lainnya.

Menurutnya 'pembersihan' itu dalam bentuk pemecatan kader. Namun, kata Fahri, dalam pemecatan anggota ada mekanisme yang harus dipenuhi serta tidak bisa sembarangan.

"Menurut sistem itu ada metodenya dan itu berlaku sama di semua tempat. Orang itu kalau ada salah, apalagi di PKS ya, dia partai kader, dia mekanisme kadernya itu ketat sekali," ujarnya.

Fahri menjelaskan, dalam pemecatan kader yang diduga bersalah sebelumnya akan ditanya lebih lanjut mengenai permasalahan yang menimpanya. Sebab itu, dia menegaskan pemecatan tidak bisa dilakukan berdasarkan aspek kekuasaan.

"Caranya adalah orang ada grupnya masing-masing, di grup itu ditanya apa masalahnya, itu yang namanya usroh halaqoh itu kan harus difungsikan, enggak bisa pake metode kekuasaan dari DPP instruksi ini ganti, si ini ganti, si ini ganti, akhirnya kacau karena mekanisme kadernya enggak dipakek," ucapnya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah mengatakan ada 'pembersihan' kader dalam internal PKS pada loyalis Anis Matta. Ia bahkan mengaku sempat didatangi para kader yang 'dibersihan' tersebut.

"Disapu bersih di seluruh Indonesia ," ungkap Fahri. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini