Soal Tema Debat Terakhir, Ma'ruf Klaim Grade Investasi RI sudah Naik

Senin, 8 April 2019 15:28 Reporter : Merdeka
Soal Tema Debat Terakhir, Ma'ruf Klaim Grade Investasi RI sudah Naik Maruf Amin tiba di lokasi debat keempat Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Debat Pilpres 2019 sesi terakhir akan dilaksanakan 13 April mendatang dengan tema soal ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri. Calon wakil presiden Ma'ruf Amin, mengatakan, Jokowi unggul dalam hal ini.

Dia mengklaim investasi di Indonesia sudah naik grade. "Sekarang kan kita sudah naik gradenya, investment grade. Artinya sudah negara yang layak investasi, itu kan satu prestasi," ucap Ma'ruf di kediamannya, Jakarta, Senin (8/4).

Dia menuturkan, tidak semua negara bisa begitu. Inilah sebuah potensi mencapai negara maju.

"Tidak semua negara dapat investment grade itu. Berarti itu ada potensi-potensi yang telah dicapai dan dilalui," jelasnya.

Dia menjelaskan, ke depan, jika dirinya terpilih bersama Jokowi, bukan lagi mempertahankan, tetapi meningkatkan. Meski demikian, Ma'ruf enggan membeberkan ramuan untuk meningkatkannya. Karena semuanya akan disampaikan dalam debat nanti.

"Bukan mempertahankan, kan meningkatkan. Nantilah, nanti saja (pas debat soal program)," pungkasnya.

Perlu diketahui, Lembaga pemeringkat utang Fitch telah mengumumkan peringkat utang (rating) Indonesia tetap berada di posisi BBB dengan outlook stable pada 14 Maret 2019. Peringkat utang Indonesia oleh Fitch telah masuk dalam kategori investment grade sejak 2011 dan meningkat ke peringkat BBB pada Desember 2017.

Dalam laporannya, Fitch menyatakan bahwa tingkat beban utang Pemerintah yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang baik merupakan faktor pendorong tercapainya peringkat utang (rating) Indonesia tersebut.

Lebih lanjut Fitch menyatakan, Indonesia mempunyai potensi positif dari pengalihan tujuan investasi seiring kondisi perekonomian global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Fitch menilai fundamental Sovereign Credit Indonesia akan tetap kokoh seiring stabilnya pergerakan nilai tukar dan tetap terjaganya cadangan devisa.

Pemerintah Indonesia dianggap menjalankan kebijakan fiskal yang baik dan tepat sehingga fiskal Indonesia sehat, yang ditandai dengan penurunan defisit APBN dari 2,51 persen pada 2017 menjadi 1,76 persen pada 2018.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini