Soal Survei Anies vs Risma di Pilgub DKI, Gerindra Bilang Masih Sangat Dinamis

Senin, 15 Februari 2021 22:59 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Soal Survei Anies vs Risma di Pilgub DKI, Gerindra Bilang Masih Sangat Dinamis Anies Baswedan tinjau penyaluran BST. ©Istimewa

Merdeka.com - Lembaga Media Survei Nasional (Median) memaparkan hasil survei elektabilitas para tokoh yang diyakini bakal maju di Pilgub DKI 2024. Dalam paparannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati urutan pertama dengan elektabilitas 42,5 persen dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 23,5 persen.

Bahkan jika Pilgub DKI hanya menyerahkan dua nama calon gubernur (head to head), maka elektabilitas keduanya hanya selisih 9 persen. Anies 45 persen dan Risma 36 persen. Direktur Median, Ade Irfan Abdurahman menilai, elektabilitas Risma sangat mengancam posisi Anies pada Pilgub 2022.

Menanggapi hasil survei tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman enggan buka suara. Menurutnya yang terpenting adalah memastikan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang diusung partainya itu melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Masih terlalu dini bagi kami untuk menentukan sikap terkait Pilgub DKI mendatang. Tanggung jawab politik kami adalah memastikan duet Anies-Ariza sukses sampai akhir masa jabatan," kata Habiburokhman saat dihubungi merdeka.com, Senin (15/2).

Oleh karena itu, meskipun survei elektabilitas Risma naik terus secara signifikan. Habib mengatakan, partainya tidak ingin memusingkan siapa calon pemimpin yang akan diusung Gerindra ke depannya. Dia pun tidak membeberkan apakah akan tetap mengusung Anies atau tidak.

Selain itu, menurutnya, hasil survei yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga survei hanyalah bersifat sementara. Ke depannya, kata dia, perubahan peta politik akan mungkin sekali terjadi. Ditambah lagi waktu pemilihan Gubernur masih belum pasti apakah dilaksanakan pada tahun depan atau dibarengi dengan Pilpres pada 2024 mendatang.

"Situasinya masih sangat dinamis dan bisa terjadi perubahan peta politik secara signifikan selama 3,5 tahun ke depan," ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei Median, 48 persen responden mendukung Pilkada DKI digelar pada 2024. Sedangkan 29 persen menyatakan tidak setuju bila dilaksanakan pada 2024 dan 23 persen lainnya tidak menjawab.

"Kami juga menanyakan kepada masyarakat DKI, seharusnya jadwal Pilgub DKI diadakan tahun 2022-2023, tapi ada isu jika Pilgub DKI ditunda 2024. Apakah Anda setuju apa tidak? Maka jawabannya 48,0 persen itu setuju Pilgub DKI bisa ditunda ke tahun 2024," kata Direktur Eksekutif Median, Ade Irfan Abdurahman Senin (15/2). [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini