Soal Propaganda Rusia, JK Sebut Jika Baik Dengarkan, Kalau Negatif Tak Usah

Rabu, 6 Februari 2019 16:12 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Soal Propaganda Rusia, JK Sebut Jika Baik Dengarkan, Kalau Negatif Tak Usah Wawancara Jusuf Kalla oleh KLY. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla menyatakan tidak ada intervensi dari Rusia terkait pernyataan capres 01 Jokowi yang menyebut ada timses capres menggunakan propaganda Rusia. JK menilai propaganda Rusia adalah jenis dan tidak ada urusan terkait negara komunis tersebut.

"Tidak ada (intervensi), itu kata jenis bahwa propaganda macam itu sejenis apa yang mungkin, Rusia kan pernah negara sosialis berat komunis lah, jadi cara berkampanye meyakinkan orang gini caranya, jadi bukan menyinggung Rusia sebagai negara, tetapi sebagai kata jenis," kata JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (6/2).

Dia menjelaskan propaganda saat kampanye wajar dilakukan. Sebab hal tersebut adalah cara untuk meraup suara.

"Jadi ya namanya propaganda tentu mengupayakan agar didengar yang baik-baik. Jadi tidak didengarkan, cari yang baik. Yang negatif ya kita usahakan bagaimana tidak didengarkan," kata JK.

Dia menjelaskan propaganda tidak hanya dilakukan saat kampanye saja. Menurutnya, perusahaan juga sering memasarkan produk untuk barang yang terbaik.

"Mau kampanye kan beli suatu produk itu kan mempropagandakan itu baik yang terbaik kecap nomor 1," kata JK.

Sebelumnya, Jokowi menanggapi pidato kampanyenya yang menyebut ada timses yang menggunakan 'propaganda Rusia'. Istilah 'propaganda Rusia' itu menurut Jokowi adalah bukan urusan negara tetapi terminologi dari artikel RAND Corporation yang berjudul 'The Russian 'Firehouse of Falsehood' Propaganda model pada 2016.

"Iya ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di RAND Corporation. Sehingga ya memang tulisannya seperti itu, bahwa yang namanya semburan kebohongan. Semburan dusta, semburan hoaks itu bisa mempengaruhi dan membuat ragu dan membuat ketidakpastian," kata Jokowi di Jakarta Selatan, Selasa (5/2).

Biasanya, kata Jokowi, dipakai untuk negara-negara yang tanpa dukungan data pasti. Dia pun menegaskan pernyataannya bukan urusan negara.

"Sekali lagi ini bukan urusan negara kita Indonesia dan Rusia, bukan saya dengan Presiden Putin sangat-sangat baik hubungannya," tegas Jokowi. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini