Soal posisi Wagub DKI, PKS ingin diputuskan dengan tenggang rasa

Rabu, 31 Oktober 2018 13:02 Reporter : Sania Mashabi
Soal posisi Wagub DKI, PKS ingin diputuskan dengan tenggang rasa Aboe Bakar Alhabsy. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengancam menghentikan mesin partai untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Hal itu dilakukan jika Gerindra tak komit memberikan posisi Wakil Gubernur DKI pada PKS.

Mendengar hal itu, Anggota Majelis Syura PKS Aboe Bakar Al-Habsy menilai, apa yang dikatakan PKS DKI tidaklah serius. Menurutnya, ini hanya gimmick politik untuk mengingatkan Partai Gerindra terkait jabatan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Saya rasa tidak arah ke situ ya (hentikan mesin partai untuk menangkan Prabowo-Sandi). Tetapi sebagai gimmick-gimmick politik oke-oke saja lah. Biar sadar juga itu hamba-hamba Allah bahwa sesungguhnya kita ini bersama dan bekerja sama. Bukan bersama untuk kepentingan sendiri. Jadi artinya bisa saling tenggang rasa dalam soal keputusan ini," kata Aboe di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10).

Dia menjelaskan, keputusan mendukung Pilpres 2019 berada ditangan DPP PKS. Sehingga dia menganggap itu hanya suara kader biasa saja.

"Yang jelas itu menjadi perhatian. Ada suara dari bawah itu wajar. Tapi-kan pimpinan ada di atas. Pimpinan mengayomi dan memberikan kebijakan yang lebih positif," ujarnya.

Aboe mengatakan, selama ini Gerindra sudah banyak mendapatkan posisi yang baik dan dihargai. Karena itu dia berharap, posisi wakil gubernur bisa diserahkan ke PKS.

"Jadi saya pikir tinggal diberikan keputusan dan dikasih kesempatan. Dan biasalah dalam masalah perebutan ini memang tidak ada salahnya orang berkeinginan. Namanya usaha. Sebelum putus ya nggak apa-apa. Doakan saja. Tapi saya yakin pada akhirnya insya Allah PKS akan dapat kesempatan untuk ngambil nomor 2 (Wagub DKI)," ungkapnya.

DPD Gerindra DKI ngotot ingin mengajukan M Taufik sebagai Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno. Sementara PKS, memegang komitmen Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang disebut berjanji memberikan kursi Wagub DKI kepada PKS sebagai rekan koalisi di Pilpres 2019.

PKS-Gerindra sebagai pengusung Anies-Sandiaga di Pilgub DKI 2017 diwajibkan menyerahkan dua kandidat Calon Wagub ke DPRD DKI. Dari dua nama itu, DPRD DKI nantinya yang akan memilih.

Sebelumnya, Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman mengaku akan segera bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Pertemuan itu, kata dia, untuk membahas Sandiaga Salahuddin Uno di posisi Wakil Gubernur usai maju menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo di Pilpres 2019.

"Saya kira ini masih membutuhkan waktu komunikasi, saya sudah di pekan ini sudah meminta waktu kepada Pak Prabowo untuk bisa bertemu untuk mengclear-kan masalah ini," kata Sohibul di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (28/10). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini