Soal Pilpres 2024, Golkar Disarankan Dekati Partai Menengah dan Kepala Daerah

Selasa, 2 November 2021 18:05 Reporter : Merdeka
Soal Pilpres 2024, Golkar Disarankan Dekati Partai Menengah dan Kepala Daerah ketum golkar airlangga di NTB. ©2021 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto disarankan menggandeng ketua umum partai lain atau kepala daerah untuk bersaing di Pemilu 2024. Terlebih, lawan yang akan dihadapi Airlangga yakni PDIP atau Gerindra.

"Ada tiga klaster capres, pertama klaster ketua umum. Airlangga bisa dengan Cak Imin, Zulkifli Hasan, atau ketum partai lainnya," ujar peneliti KedaiKopi Hendri Satrio saat dihubungi wartawan, Selasa (2/11).

Hendri mengatakan, klaster ketua umum merupakan klaster yang sangat memungkinkan terjadi pada Pilpres 2024. Dia menyarankan masyarakat Indonesia untuk bersiap jika nantinya presiden dan wakilnya merupakan ketua umum partai.

"Airlangga (Golkar) bisa dengan partai menengah, NasDem, PKB, atau dengan PPP," ujar Hendri.

Klaster kedua adalah klaster kepala daerah yang tidak punya tiket tapi memiliki popularitas tinggi seperti Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Khofifah dan Anies Baswedan.

Klaster ketiga adalah klaster menteri seperti Erick Tohir, Sandiaga Uno, Mahfud MD dan Sri Mulyani.

"Golkar bisa mengambil klaster kepala daerah, misalnya mau Anies dan Airlangga. Golkar harus bisa melobi partai lain, karena bakal panjang lobinya mengusung kepala daerah ini," ujar Hendri.

Hendri menyarankan, Golkar berkoalisi dengan partai menengah dan bawah. Peluang koalisi ini perlu dijajaki karena posisi Airlangga masih perlu diperkuat dari sisi elektabilitas dan popularitas.

"Tapi Airlangga punya tiket. Nah apakah partai politik lainnya mau gak mencalonkan orang dari luar partinya? Karena itu perlu ada penjajakan," ujarnya.

Syarat Golkar

Partai Golkar saat ini sedang menyusun strategi berkoalisi dengan partai lain untuk bisa berlaga di Pemilihan Presiden 2024. Politkus Golkar, Mukhamad Misbakhun membeberkan, saat ini partainya sedang mencari tokoh yang bisa disandingkan dengan Airlangga Hartarto yang memiliki daya ikat serta partainya memiliki daya tarik.

"Yang kita cari itu adalah tokoh yang memiliki daya ikat dan kemudian partai nya memiliki daya tarik. Sehingga mampu memiliki daya angkat," kata Misbakhun di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa(2/11).

Dia pun yakin Airlangga pantas untuk maju menjadi calon presiden. Sebab kata dia memiliki 14,7% suara.

"Pak Airlangga paling pantas jadi Capres, Sekarang Pak Airlangga itu model 14,7% suara Golkar itu kan tinggal nyari 6%. Tinggal cari 6%, terus apa masalahnya?," bebernya.

Dia juga menjelaskan untuk menyusun koalisi saat ini masih dipikirkan.Dengan suara yang dimiliki Airlangga dia yakin partai yang akan diajak koalisi akan menjadi daya ikat.

Misbakhun pun tidak menutup kemungkinan partainya akan berkoalisi dengan partai NasDem. Walaupun begitu dia mengklaim saat ini partai beringin tersebut sedang mengatur waktu untuk mempromosikan Airlangga kepada rakyat.

"Kita masih mengatur waktu. Kita jelaskan kepada rakyat mengenai prestasi pak Airlangga bagaimana mencapai keberhasilan penanganan pandemi, pemulihan pandemi," pungkasnya.

Capres 3 Parpol

Diketahui, sejumlah partai sudah mendorong calon dan kadernya untuk maju bertarung di Pilpres 2024. Tiga partai besar yakni Gerindra, PDIP dan Golkar berpeluang membentuk poros masing-masing dalam pencalonan presiden di 2024.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo Subianto perlu maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2024. Menurutnya, Indonesia perlu dipimpin oleh Prabowo guna menyelamatkan aset bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Bappilu PDIP), Bambang Wuryanto, menyatakan PDIP bisa mencalonkan pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) di Pilpres 2024 tanpa berkoalisi dengan parpol lain.

Sementara Partai Golkar juga sudah terang benderang akan mengusung ketua umum partainya, Airlangga Hartarto untuk maju menghadapi capres lainnya yang akan muncul pada Pilpres 2024. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini