Soal Konflik Iran-AS, Demokrat Minta Jokowi Tiru SBY Bangun Diplomasi Multilateral

Rabu, 8 Januari 2020 12:10 Reporter : Ahda Bayhaqi
Soal Konflik Iran-AS, Demokrat Minta Jokowi Tiru SBY Bangun Diplomasi Multilateral SBY bertemu Jokowi di Istana. ©2017 Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar menyarankan Presiden Joko Widodo mengambil langkah aktif dalam menghadapi isu Geopolitik Iran-AS yang belakangan memanas. Renanda menyebut, Jokowi bisa mengikuti langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Dia mengatakan, Jokowi dapat menjadi Diplomat in Chief yang bisa melakukan langkah strategis untuk melakukan komunikasi dan perundingan.

"Kita harus lebih aktif, karena sekalipun Bu Retno sudah ada statement tapi kunci tetap di Pak Jokowi sebagai presiden. Presiden dalam situasi ketegangan bisa menjadi Commander in Chief tetapi dalam ini dibutuhkan oleh presiden sebagai Diplomat in Chief," ujar Renanda saat dihubungi, Rabu (8/1).

"Artinya di atas Menlu ada presiden yang tentu lebih strategis melakukan langkah komunikasi perundingan dan mencapai kesepakatan yang baik untuk kedua belah pihak," lanjutnya.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan komentar SBY terkait konflik Iran-AS yang kian memanas. Renanda menyebut, pandangan SBY itu untuk mengingatkan bahwa masalah yang dianggap sepele dapat memicu perang dunia. Seperti dicontohkan SBY, terjadi pada perang dunia jilid pertama dan kedua.

"Artinya jangan anggap remeh masalah yang sepele bisa memicu perang yang besar," jelasnya.

1 dari 1 halaman

SBY, menurut Renanda, mengingatkan Indonesia sempat aktif dalam perundingan multilateral. Itu, kata dia, pesan SBY kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo sekarang.

"Mengingatkan pada zaman Pak SBY aktif ya berkomunikasi bertemu berunding. Menyatukan pandangan termasuk kawasan-kawasan kita juga. Sekalipun kita pernah tegas tentang Ambalat dulu tetap diplomasi dikedepankan," ucapnya.

"Intinya mengingatkan Pak Jokowi bisa melakukan apa yang dulu Pak SBY lakukan," pungkasnya. [ray]

Baca juga:
Menlu Iran: Kami Serang AS Sebagai Tindakan Pertahanan Diri Sesuai Piagam PBB
Janji Balas Dendam Dipenuhi, Perang Terbuka Iran vs Amerika Serikat Dimulai
Rupiah Melemah ke Level Rp 13.936 per USD Seiring Memanasnya Konflik Iran-AS
Pangkalan AS Diserang Roket Iran, Donald Trump Sesumbar Punya Militer Terkuat
Konflik Iran-AS Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Terus Naik

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini