Soal deparpolisasi, Ahok salahkan parpol yang bikin UU

Kamis, 10 Maret 2016 03:32 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Soal deparpolisasi, Ahok salahkan parpol yang bikin UU ahok di merdeka.com. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Calon incumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah kritik keras Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang menyebut calon independen akan menimbulkan deparpolisasi atau pengurangan peran partai. Ahok menilai kritik itu salah alamat bila dikeluarkan seorang kader partai.

Alasan Ahok, adanya UU Pilkada yang memperbolehkan calon kepala daerah maju di jalur independen sebetulnya digodok oleh partai politik sendiri. Sehingga, menurutnya, yang menimbulkan deparpolisasi bukan dirinya atau relawan pendukung Ahok tapi partai politik.

"Sekarang gini ya yang membuat UU boleh independen itu siapa? Relawan atau parpol? Saya tanya nih, yang buat UU adanya independen itu siapa? parpol. Jadi apakah parpol itu akan merusak deparpolisasi? Jadi gimana coba? Ya makanya kamu tanya sama dia (Prasetio)," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (8/3) malam.

Awalnya, dia menduga TemanAhok adalah kelompok yang menganut sikap anti parpol. Karena asumsi itu, mantan politisi Gerindra ini langsung memanggil TemanAhok untuk memverifikasi anggapannya. Ternyata, sikap itu tidak seperti yang dipikirkan Ahok.

"Tadi sudah kami sampaikan waktu tadi saya juga pikir apakah TemanAhok ini enggak suka parpol, apalagi ketika sudah mulai kumpul mereka bilang mungkin mau buka calon wakilnya Ahok. Waktu itu saya pikir kacau nih anak-anak, saya lalu undang mereka ketemu dan saya tanya apakah kalian anti parpol? Jawabannya tidak," jelasnya.

Setelah dikonfirmasi, ternyata pendukungnya hanya khawatir Ahok hanya diberikan dukungan palsu oleh partai. Pasalnya, partai politik selalu bermanuver dinamis. Hari ini menyatakan mendukung esok hari bisa berbeda.

"Kalau PDIP mau ngusung kemarin si anak-anak juga mikir kalau ngusung banyak pengalaman mereka parpol satu jam terakhir bisa berubah loh," terangnya.

Terlebih, jika partai mengulur waktu dan tak kunjung memberikan kepastian karena alasan punya mekanisme sendiri. Maka proses pencalonan dengan jalur independen akan terganggu bahkan batal karena waktu verifikasi dan pendaftaran ke KPUD DKI semakin sempit. Bila sudah dalam kondisi ini, TemanAhok tidak sanggup lagi mendorong Ahok 'nyagub'

"Makanya anak-anak bilang begini, pak kami cuma takut bapak enggak ikut pak, loh nanti PDIP kan ada proses, iya pak kalau prosesnya sudah sampai Mei atau Juni kami enggak sanggup lagi kami enggak sanggup lagi nolong bapak," tambah Ahok.

Jadi, dia menyimpulkan TemanAhok bukan anti parpol hanya takut dirinya tak bisa maju melalui jalur independen. Melainkan, tidak percaya bahwa sikap dan keputusan partai bisa konsisten.

"Mereka cuma khawatir para pengurus partai ini bermain dengan pengalaman di Indonesia, tapi mereka bukan anti parpol loh, bukan loh. Mereka cuma enggak percaya pengurus partai sekarang bisa konsisten," pungkas orang nomor satu DKI ini. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini