Soal cawapres Jokowi, PDIP lirik sosok yang punya gagasan bangun ekonomi

Selasa, 13 Maret 2018 13:41 Reporter : Wisnoe Moerti
Megawati tetapkan Jokowi Capres 2019-2024. ©2018 pool

Merdeka.com - Sejumlah nama calon wakil presiden mulai dimunculkan untuk mendampingi Joko Widodo dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Mulai dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang bisa dikenal Cak Imin, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy atau akrab disapa Rommy, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura yang juga Menko Polhukam Wiranto, Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla.

PDI Perjuangan sebagai salah satu partai yang mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres, sudah mengantongi daftar nama cawapres. Pada saatnya nanti akan terbuka sosok calon pendamping Jokowi di Pilpres.

"Urusan cawapres Pak Jokowi akan mengerucut pada waktunya," tegas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (13/3).

Hasto menegaskan, sosok cawapres Jokowi tidak cukup hanya berbicara figur. Yang dibutuhkan adalah orang yang memiliki gagasan dan bisa fokus meningkatkan perekonomian nasional. Karena itu PDIP mengajak mitra partai koalisi pendukung Jokowi untuk fokus melakukan penguatan kinerja ekonomi Indonesia.

"Konsentrasi utama PDIP saat ini adalah mendorong kerja sama Parpol pengusung pemerintah untuk menaruh perhatian besar pada aspek ekonomi, seiring dengan makin solidnya kondisi politik nasional saat ini."

Bukan tanpa alasan pentingnya fokus pada peningkatan perekonomian. Hasto melihat berbagai indikator perekonomian nasional menunjukkan arah positif. Dibuktikan dengan tingkat inflasi relatif rendah, pembangunan infrastruktur yang digenjot untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi biaya logistik tinggi, dan berimbas pada tingkat kepercayaan publik pada kinerja Jokowi yang terus meningkat.

"Ketika Pak Jokowi terpilih, harapan rakyat begitu tinggi, tetapi kendala perekonomian begitu besar, karena itulah konsentrasi utama kami saat ini adalah melakukan segala hal yang dianggap penting untuk meningkatkan kinerja perekonomian," jelasnya.

Menurutnya, mengingat pentingnya persoalan perekonomian maka siapapun yang akan bertarung di Pilpres 2019 sebaiknya menyampaikan gagasan terbaiknya untuk kemajuan perekonomian bangsa dan negara.

Selain itu, iklim kompetisi Pilpres 2019 harus menunjukkan peningkatan kualitas demokrasi. Para kandidat yang bertarung harus menampilkan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Hasto mengingatkan, kandidat yang membangun infrastruktur politik hanya untuk mencela, mengadu domba, dan menyampaikan hal-hal di luar kebenaran bakal ditinggalkan rakyat.

"Karena itulah kita isi tahun politik dengan berbagai hal yang positif untuk bangsa dan negara. Sebab tidak ada bangsa besar lahir, dengan cara permusuhan. Bangsa yang kuat akan lahir melalui gagasan besar yang membangun peradaban. Dan biarlah rakyat yang memilih pemimpinnya," tutupnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini