Soal biaya saksi Rp 660 M, pemerintah tunggu Bawaslu

Selasa, 28 Januari 2014 14:39 Reporter : Yulistyo Pratomo
Soal biaya saksi Rp 660 M, pemerintah tunggu Bawaslu Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Usulan dana Rp 660 miliar untuk anggaran membayar saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS) menuai polemik. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan, soal rencana untuk membayar saksi dari partai tidak murni usulan pemerintah.

Usul tersebut justru berasal dari pertemuan yang dilakukan antara Kementerian Dalam Negeri dan badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dalam pertemuan itu, saksi parpol juga datang dari unsur masyarakat untuk mengawasi proses pemungutan suara demi melahirkan pemilu yang jurdil dan terbuka.

"Bersamaan dengan itu muncul ide, bagaimana kalau saksi partai dibantu oleh pemerintah atau negara. Toh yang bekerja adalah rakyat Indonesia juga yang akan jadi saksi. Apa tujuannya? Agar penyelenggaraan pemilu ini makin jujur adil bersih terbuka. Silakan tapi ajukan dulu oleh Bawaslu," ujar Gamawan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/1).

Karena masih bersifat usulan, pemerintah pun belum menyiapkan anggaran khusus untuk membiayai saksi dari parpol. Kalaupun disetujui melalui Komisi II DPR, pelaksanaannya pun harus diatur dalam peraturan presiden (perpres).

"Ini kan baru proses yang sedang berjalan, uangnya belum disetujui atau tidak. Kalau pun disetujui, nanti harus dilahirkan dalam bentuk perpres," tandasnya.

Saat ini, pemerintah masih menunggu pengajuan atau besaran biaya yang diperlukan untuk membayar saksi parpol dari Bawaslu. termasuk di antaranya tugas dan kewenangan mereka dalam mengawasi proses pemungutan hingga penghitungan suara nantinya.

"Tujuannya niatnya baik ya termasuk kalau bagaimana kalau saksi tidak cukup dalam pengalaman sejarah kita hanya 50 persen, dari partai mengajukan itu. Silakan bahaslah ini tapi sampaikan ke pemerintah," paparnya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pemilu 2014
  3. Bawaslu
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini