SMRC Ungkap Penyebab Airlangga Didekati Kelompok Agamis

Rabu, 6 Oktober 2021 20:53 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
SMRC Ungkap Penyebab Airlangga Didekati Kelompok Agamis Airlangga dan Habib Syech. ©2021 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Rencana Partai Golkar menempatkan Ketum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden untuk 2024 direspon positif oleh kelompok agamis. Peneliti senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menyatakan, ketertarikan komunitas Muslim dalam mendorong Airlangga untuk mengambil calon dari kalangan agamis merupakan hal wajar.

Menurut Saidiman, pembentukan poros nasionalis-religius menandakan politik Indonesia masih dikendalikan faktor sosiologis. Di mana latar belakang demografis keagamaan dianggap penting dan relevan.

Pernyataan Saidiman juga merespons banyaknya desakan dari kelompok agamis, seperti Muhammadiyah dan partai politik berbasis agama, semisal PPP, PKB, juga PAN, yang meminta Airlangga Hartarto menempatkan tokoh dari perwakilan komunitas Muslim sebagai calon wakil presiden untuk 2024.

Airlangga Hartarto ditempatkan sebagai wakil kelompok abangan atau nasionalis. Jika dia maju sebagai calon presiden, maka wakil yang ideal dalam perspektif ini adalah tokoh yang berasal dari kalangan kelompok atau partai Islam,” katanya saat dihubungi, Rabu (6/10).

Menurutnya, di luar paradigma tersebut juga berkembang pendekatan lain yakni psikologis dan pilihan rasional. Kata dia, pertimbangan publik untuk memilih bukan sekadar kesamaan latar belakang sosiologis dan demografi. Tetapi, terkait dengan persepsi atas kualitas personal tokoh.

“Mereka yang dipersepsi memiliki pengalaman, integritas dan dekat dengan publik, akan lebih mudah untuk meraih dukungan publik, apa pun latar belakang demografisnya,” tutur Saidiman.

Terkait hal tersebut, Saidiman menilai, Airlangga memiliki keunggulan untuk lebih mengedepankan kualitas personalnya. Menurutnya, Airlangga adalah tokoh sentral dalam pemulihan ekonomi, kesehatan, dan akselerasi pembangunan di masa-masa sulit.

“Jika ini berhasil disosialisasikan dengan baik ke publik, saya kira publik akan lebih terbuka untuk menerima. Fakta bahwa mulai banyak elite yang memperhitungkan Airlangga adalah bukti bahwa dia memiliki daya tarik elektoral yang cukup tinggi berdasarkan kinerja dan platform yang melekat pada dirinya sejauh ini,” kata Saidiman.

Seperti diketahui, rencana Partai Golkar menempatkan Airlangga sebagai calon presiden untuk 2024 belakangan direspon positif oleh kelompok agamis. Muhammadiyah, misalnya, yang meminta Airlangga meminang tokoh dari Muhammadiyah atau NU sebagai cawapres.

Selain organisasi kemasyarakatan, partai politik berlatar agama juga melakukan hal serupa. PPP, misalnya, yang berencana menduetkan Airlangga dengan Suharso Manoarfa, atau PAN yang menyodorkan nama Sutrisno Bachir sebagai calon pendamping Airlangga. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini