SMRC Paparkan Faktor Internal & Eksternal Bikin Elektabilitas Golkar Naik

Kamis, 7 Oktober 2021 19:45 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
SMRC Paparkan Faktor Internal & Eksternal Bikin Elektabilitas Golkar Naik tren parpol di survei SMRC. ©2021 Merdeka.com/smrc

Merdeka.com - Elektabilitas beberapa partai koalisi Jokowi naik berdasarkan survei SMRC. Tiga partai tercatat mengalami kenaikan yakni Partai Golkar, NasDem dan PKB. Elektabilitas tiga partai ini disebut menguat dalam 2 tahun terakhir.

Golkar berada di urutan kedua dengan raihan 11,3 persen. Sementara elektabilitas PDIP dan Partai Gerindra yang sebelumnya masuk 2 besar Pemilu 2019 mengalami penurunan. PDIP memperoleh elektabilitas sebesar 22,1 persen. Urutan ketiga ada PKB dengan 10,0 persen. Keempat Gerindra 9,9 persen.

Peneliti Politik dan Kebijakan Publik SMRC, Saidiman Ahmad, menilai bahwa hal tersebut merupakan buah kerja keras Airlangga Hartarto dalam memimpin Partai Golkar. Ada dua hal, menurut Saidiman, yang berhasil mengerek elektabilitas Partai Golkar.

"Faktor internal, karena Golkar di bawah kepemimpinan Pak Airlangga ini kan relatif lebih solid ya. Tidak ada kegaduhan di internal. Sehingga tidak ada sentimen negatif terhadap Golkar dan kader bisa lebih fokus bekerja," kata Saidiman, Kamis (7/10).

Hal itu juga sebelumnya sudah dibuktikan di Pilkada 2020. Partai Golkar meraih kemenangan di 165 daerah atau sebesar 61,1 persen dari 270 daerah yang menggelar Pilkada serentak 2020.

Sementara, faktor eksternalnya adalah terkait prestasi kader Golkar yang duduk di pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Golkar punya peranan yang cukup penting dalam pemerintahan Pak Jokowi. Golkar menjadi motor terdepan sebagai penggerak ekonomi dan penanganan Covid-19," ungkapnya.

Ada dua kader Golkar yang menjadi pembantu utama Presiden Jokowi, yaitu menteri koordinator bidang perekonomian, Airlangga Hartarto, dan menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

"Publik sangat sensitif terhadap hal-hal terkait ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Dan di situ ada Pak Airlangga dan Pak Luhut. Itulah sebabnya, masyarakat mulai simpatik dan memberikan apresiasi terhadap Partai Golkar," kilahnya.

Namun Saidiman menilai, sosialiasi atas prestasi dan kinerja Golkar masih kurang di masyarakat. Sehingga elektabilitas yang diraih pun kurang maksimal. "Saran saya, sosialisasi ke masyarakat harus lebih ditingkatkan dan lebih besar lagi," pungkasnya.

Untuk informasi, survei dilakukan pada periode 15-21 September 2021. Responden survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam Pemilu. Total responden adalah 1220 orang dan dipilih secara random (multistage random sampling).

Margin of error dari survei ini adalah 3,19% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%. Sebagai catatan, response rate yang valid sebesar 981 orang atau 80%. Mereka dianalisis dan diwawancara tatap muka. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini