SMRC: 73,3% Masyarakat Mau Divaksinasi Kalau Lihat Prabowo juga Disuntik

Senin, 29 Maret 2021 17:15 Reporter : Ahda Bayhaqi
SMRC: 73,3% Masyarakat Mau Divaksinasi Kalau Lihat Prabowo juga Disuntik prabowo kumpulkan 300 sarjana di Hambalang. ©2018 Merdeka.com/facebook prabowo subianto

Merdeka.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei eksperimen terkait vaksinasi. Hasilnya, sosok Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan dokter bisa menaikan kesediaan warga untuk menerima vaksin Covid-19.

Pada survei tersebut disebutkan warga bersedia melakukan vaksinasi mencapai masing-masing 74 persen jika tahu Prabowo telah divaksin.

"Jika vaksin Covid-19 sudah tersedia dan tahu Prabowo Subianto sudah divaksin, ada 73,3 persen yang pasti mau divaksin, 20,8 persen tidak pasti mau divaksin, dan 5,9 persen tidak menjawab," jelas Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam rilis survei, Senin (29/3).

Sementara, jika dokter diketahui telah divaksin, warga yang mau mengikuti vaksinasi mencapai 73,6 persen.

Sementara sosok Presiden Joko Widodo tidak terlalu kuat untuk mendorong warga melakukan vaksinasi. Warga yang tahu telah divaksin hanya mendorong sekitar 66,4 persen responden. Begitu juga ketua partai (53,1 persen), tokoh agama (60,2 persen), serta tokoh adat (65,1 persen) tak setinggi Prabowo dan dokter dalam meningkatkan minat masyarakat untuk divaksinasi.

Deni menjelaskan, tingginya warga mengikuti vaksinasi jika Prabowo telah divaksin karena dampak dari keterbelahan politik 2019. Kendati Prabowo sudah masuk kabinet, keterbelahan akibat rivalitas lama dengan Jokowi itu masih berbekas. Sementara, dokter karena sebagai otoritas kesehatan.

Lebih lanjut, Deni menjelaskan, kesediaan pemilih Prabowo divaksinasi cukup rendah yaitu 46 persen jika dibanding pemilih Jokowi (71 persen). Begitu dikatakan Prabowo sudah divaksin, presentasi pemilih Prabowo bersedia divaksin meningkat menjadi 67 persen.

"Ini menunjukkan Prabowo menjadi teladan bagi pendukungnya bukan hanya dalam politik, tapi juga dalam hal perilaku terkait kesehatan seperti kesediaan untuk divaksin ini," kata Deni.

Deni menyebut temuan ini bisa dimanfaatkan pemerintah dalam rangka menaikkan kesediaan masyarakat untuk divaksinasi.

"Data ini menunjukkan pemerintah perlu menampilkan dokter dan Prabowo sebagai tokoh yang sudah divaksin agar tingkat kesediaan masyarakat bisa meningkat," ujar Deni.

Survei eksperimen SMRC skala nasional itu digelar pada 23-26 Maret 2021. 1401 responden dipilih secara acak. Desain eksperimen diterapkan dengan membagi sampel ke dalam 7 kelompok secara acak (1 kelompok kontrol dan 6 kelompok treatment) dan setiap kelompok mendapat satu pertanyaan yang berbeda dengan kelompok lainnya. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon. Survei memiliki margin of error 2,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini