Sinyal PDIP Tolak Gerindra dan Demokrat Masuk Kabinet Jokowi

Rabu, 9 Oktober 2019 13:18 Reporter : Nur Habibie
Sinyal PDIP Tolak Gerindra dan Demokrat Masuk Kabinet Jokowi Tokoh Politik dan Menteri Kabinet Kerja Hadiri Kongres PDIP. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Isu tawaran kursi menteri untuk Partai Gerindra dan Demokrat kembali mencuat jelang pengambilan sumpah Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Ada yang menyebut Gerindra menginginkan kursi Menteri Pertahanan untuk sang ketua umum Prabowo Subianto. Ada pula yang menyebut Demokrat kepincut kursi Menteri Perindustrian.

Partai koalisi Jokowi-Ma'ruf kompak mengirim sinyal penolakan. Mereka memercayakan komposisi kabinet pada Jokowi. Presiden terpilih memiliki hak prerogatif. Namun secara halus mereka mengirim sinyal penolakan dengan mengungkap kembali kerja keras partai koalisi memenangkan Jokowi. Berbeda dengan partai oposisi di Pilpres 2019 yang berusaha mengalahkan Jokowi.

Bagi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam demokrasi yang sehat, koalisi sebelum pilpres dan pasca pilpres di dalam kabinet itu seharusnya senapas dan sebangun. Karena itu, kursi-kursi menteri di kabinet sebaiknya diprioritaskan untuk parpol yang bekerja keras memenangkan Jokowi.

"Gerindra saat itu kan tidak memberikan dukungan kepada bapak Presiden Jokowi," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai bersilaturahmi di Ponpes Luhur Al Tsaqasah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (8/10) malam.

"Sehingga skala prioritas Pak Jokowi adalah mengedepankan terlebih dahulu para menteri terutama yang berasal dari unsur kepartaian Koalisi Indonesia Kerja."

Dia meyakini, Jokowi dan Ma'ruf Amin akan mengedepankan partai pengusung dan pendukungnya untuk mengisi kursi kabinet. Namun, tidak menutup kemungkinan bergabungnya partai di luar koalisi jika memang dibutuhkan.

"Kalau di dalam perjalanan kemudian dipandang perlu melakukan konsolidasi nasional untuk memperkokoh semangat gotong royong ditunjukan itu nanti."

Dia memahami jika ada partai di luar maupun di dalam koalisi yang mulai menyebut adanya tawaran-tawaran kursi menteri. Sebagai bagian dari demokrasi, sah dilakukan. Hasto menyebut, para ketua umum partai koalisi belum membahas mengenai kemungkinan masuknya partai luar ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Selama ini pembahasan mengenai kabinet baru sebatas nomenklatur saja.

Hasto menyebut, dalam waktu dekat Jokowi dan Ma'ruf Amin akan mulai memanggil kandidat calon menteri. Untuk memastikan orang-orang yang dipilih sebagai pembantu presiden, satu visi dengan Kepala Negara dan bisa bekerja dengan maksimal.

"Dalam waktu dekat tentu saja Bapak Jokowi akan bertemu para ketum secara terpisah, juga kemudian para kandidat calon menteri," katanya.

Baca Selanjutnya: PDIP Tidak Kemaruk...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini