Sindir Sudirman Said, PDIP tanya Jateng mau diubah jadi kandang semut?

Senin, 29 Januari 2018 10:21 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
sudirman said usai jalani tes kesehatan. ©2018 Merdeka.com/Dian Ade Permana

Merdeka.com - Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said merasa tak nyaman dengan sebutan kandang banteng di Jateng. Sudirman merasa tak ada perubahan yang signifikan selama ini di Jateng. Diketahui, 15 tahun terakhir Jateng dipimpin oleh kader PDIP.

Banteng sendiri identik dengan PDIP. Karena logo partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini adalah banteng.

Namun, pernyataan Sudirman itu ditanggapi santai oleh Ketua Tim Pemenangan DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng. Dengan nada menyindir, dia mengatakan, Jateng bukan kandang semut.

"Kalau ada orang yang ingin membuat Jateng tidak lagi jadi kandang banteng kita ketawa saja, emangnya mau jadi kandang semut? Kan aneh," kata Agustina saat dihubungi merdeka.com, Senin (29/1).

Agustina mengungkapkan, basis massa terbesar PDIP memang di Jawa Tengah, sehingga wajar masyarkaat menyebutnya sebagai kandang banteng. Terlebih lagi, calon PDIP yakni Ganjar Pranowo dan Taj Yasin memiliki elektabilitas yang tinggi.

"Sebuah keniscayaan bahwa hari ini Jawa Tengah itu memang kandang banteng. Kalau ada pihak yang tidak terima monggo saja, kita tidak akan terpengaruh," kata dia.

Agustina mengaku sangat optimis bahwa Ganjar bisa kembali berkuasa di Jawa Tengah. Menurut dia, tugas tim pemenangan lebih mudah ketimbang lawan Ganjar yakni Sudirman Said. Sebab, menurut dia, masyarakat Jateng sudah mengenal dan suka dengan Ganjar.

"Tahapan orang memilih itukan kenal, suka, pilih. Calon kita kan sudah dikenal, sudah disuka, pekerjaan kita lebih ringan daripada kita mengusung calon baru," jelas anggota DPR RI ini.

Agustina juga merasa yakin bahwa isu di Pilgub DKI Jakarta tak akan mempan di Jawa Tengah. Sebab, kultur masyarakat di Jateng berbeda dengan DKI. Dia mengatakan, di Jateng lebih percaya pada ketokohan ketimbang media massa dan provokasi.

Dia pun menambahkan, para banteng PDIP menjaga agar Pilkada Jateng berjalan kondusif tidak main isu SARA dan hoax.

"Keputusan mereka (memilih di Pilkada), tergantung ketokohan di Jateng, mereka itu banteng kita, jadi kalau orang di luar merasa terganggu Jateng disebut kandang banteng ya wajar, karena itu pengaruhi gerak tempur mereka," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, mitos Jawa Tengah sebagai kandang banteng alias basis massa PDI Perjuangan ingin dipecahkan oleh bakal calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN yakni Sudirman Said. Keinginan itu karena Sudirman melihat Jawa Tengah tidak ada perubahan signifikan. Terutama dalam pengentasan kemiskinan.

Sudirman menegaskan, Jawa Tengah bukanlah kandang banteng. "Saya tidak nyaman Jawa Tengah disebut kandang Banteng. Jawa Tengah harus dikembalikan pada martabatnya, yakni sebagai tempatnya manusia seutuhnya," kata Sudirman, saat menerima Relawan Masjid, pemuda Cilacap, dan relawan lintas generasi di markas Perjuangan Merah Putih, Jalan Pamularsih 95, Semarang, Minggu (28/1)

Sudirman menyadari, saat ini ada 17 bupati/walikota di Jawa Tengah yang berasal dari PDIP. Di antaranya Semarang, Solo, Banyumas, Purbalingga, Brebes, Boyolali. Namun dia seolah tidak mengkhawatirkan kekuatan PDIP. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini