Sindir Sandi & Tommy Soeharto, Cak Imin Sebut Banyak Politisi Mendadak Santri

Kamis, 29 November 2018 17:22 Reporter : Ahda Bayhaqi
Sindir Sandi & Tommy Soeharto, Cak Imin Sebut Banyak Politisi Mendadak Santri Cak Imin. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyindir pihak-pihak yang menjadikan agama sebagai komoditas politik di tahun politik. Misalnya saja, bermunculan politisi yang mendadak menjadi santri atau dipanggil sebutan 'Gus'.

Cak Imin, panggilan akrabnya, menyinggung Ketum Berkarya dan anak Presiden RI kedua, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang mendapat panggilan 'Gus'. Panggilan itu dianugerahi Sekretaris Dewan Pembina Partai Berkarya KH Hasib Wahab Hazbullah. Gus sendiri sebutan untuk putra ulama pemilik pesantren.

Dia juga menyinggung cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang tiba-tiba menjadi santri. Presiden PKS Sohibul Iman menyebut bekas Wagub DKI Jakarta itu santri post-islamisme.

"Ada juga Gus baru nama Gus Tommy Soeharto, sekarang semuanya. Ada lagi cawapres Sandiaga Uno menyebut diri santri postmodern, santri kok melangkahi kuburan itu enggak modern blas," sindir Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).

Cak Imin memandang banyak bermunculan fenomena demikian karena simbol agama dekat dengan psikologis masyarakat. Masyarakat pun mudah mencerna simbol tersebut karena dengan kehidupan praktik beragama sehari-hari.

"Maka orang berbondong-bondong menjadi Gus, Gus Sugi tidak tahu siapa, kemudian ada Gus milenial, tiba-tiba ada kiai baru tanpa ilmu agama yang dalam," kata dia.

Melihat fenomena ini, Cak Imin meminta masyarakat harus bisa mencermati kedalaman ilmu agama tokoh yang mendadak islami.

"Oleh karena itu harus diantisipasi bahwa kita harus mengikuti kiai ulama yang benar-benar ilmu agamanya dalam," tandas Cak Imin. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini