Simulasi Pilpres Versi Index Research, Prabowo-Puan Paling Diunggulkan

Selasa, 8 Juni 2021 12:56 Reporter : Fikri Faqih
Simulasi Pilpres Versi Index Research, Prabowo-Puan Paling Diunggulkan Survei Index Research. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Dari sejumlah simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo-Puan muncul sebagai kandidat dengan elektabilitas tertinggi. Prabowo-Puan merepresentasikan koalisi dua partai terbesar di pemerintahan, yaitu PDIP dan Gerindra.

Temuan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas pasangan Prabowo-Puan paling tinggi, mencapai 51,4 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pasangan capres-cawapres lain dalam beberapa simulasi.

“Pasangan Prabowo-Puan paling diunggulkan sebagai capres-cawapres di antara berbagai simulasi,” ungkap peneliti indEX Research, Hendri Kurniawan dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (8/6).

IndEX Research menyusun lima model simulasi, dengan memasangkan empat capres terkuat dengan lima tokoh yang berpeluang diusung sebagai cawapres. Keempat capres terkuat adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

Sedangkan lima tokoh yang dipasangkan adalah Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno, Erick Thohir dan Airlangga Hartarto. Kelima tokoh selalu muncul dalam berbagai survei dengan elektabilitas di bawah empat besar dan punya keunggulan masing-masing.

Dalam simulasi pertama, keempat capres dipasangkan dengan Puan. Hasilnya, Prabowo-Puan unggul telak 51,4 persen, disusul oleh Anies-Puan 30,6 persen, Ridwan Kamil-Puan 9,2 persen dan Ganjar-Puan 4,3 persen, serta sisanya tidak tahu/tidak jawab sebesar 4,5 persen.

“Sebagaimana dalam pemberitaan, ada usulan dari internal PDIP untuk mengusung Anies-Puan, tetapi elektabilitasnya jauh di bawah Prabowo-Puan,” jelas Hendri. Sementara itu pasangan Ganjar-Puan yang sama-sama tokoh PDIP paling tidak diunggulkan.

Dalam simulasi kedua, keempat capres dipasangkan dengan AHY. Hasilnya, pasangan Anies-AHY unggul 35,3 persen, terpaut tidak jauh dari Ridwan Kamil-AHY 31,2 persen, diikuti oleh Prabowo-AHY 17,8 persen dan Ganjar-AHY 10,1 persen, serta sisanya tidak tahu/tidak jawab sebesar 5,6 persen.

“Dukungan terhadap AHY sebagai cawapres terdistribusi lebih merata dibandingkan Puan, dengan Anies-AHY sebagai pasangan paling unggul. AHY lebih cocok diusung sebagai cawapres dan bisa diterima sebagai pasangan untuk banyak tokoh,” ujarnya.

Dalam simulasi ketiga, keempat capres dipasangkan dengan Sandiaga Uno. Hasilnya, Prabowo-Sandi unggul 28,8 persen, disusul Anies-Sandi 25,3 persen, Ridwan Kamil-Sandi 18,5 persen dan Ganjar-Sandi 12,8 persen, serta sisanya tidak tahu/tidak jawab sebesar 14,6 persen.

“Meskipun diunggulkan, elektabilitas pasangan klasik Prabowo-Sandi jauh di bawah Prabowo-Puan dan Anies-AHY dalam simulasi pertama dan kedua,” kata Hendri. Selain itu tingginya angka tidak tahu/tidak jawab menunjukkan publik masih menunggu adanya alternatif pasangan lain.

Dalam simulasi keempat, para capres dipasangkan dengan Erick Thohir. Hasilnya, pasangan Ganjar-Erick unggul cukup tinggi 37,8 persen, disusul Ridwan Kamil-Erick 30,3 persen, Prabowo-Erick 17,6 persen dan Anies-Erick 10,6 persen, serta sisanya tidak tahu/tidak jawab 3,7 persen.

“Cukup mengejutkan, di mana dukungan terhadap Ganjar-Erick lebih tinggi dibandingkan Anies-AHY,” terang Hendri.

Dia menilai, figur Ganjar tampaknya lebih menjual dibandingkan Anies maupun AHY, sementara Erick sebagai cawapres juga cocok dipasangkan dengan banyak tokoh, lanjut Hendri.

Dalam simulasi kelima, semua capres dipasangkan dengan Airlangga Hartarto. Ridwan Kamil-Airlangga unggul 24,8 persen, selanjutnya Prabowo-Airlangga 23,7 persen, diikuti Ganjar-Airlangga 16,2 persen dan Anies-Airlangga 10,3 persen, sisanya tidak tahu/tidak jawab sebesar 25,0 persen.

“Dukungan terhadap Airlangga sebagai cawapres paling rendah dibandingkan tokoh-tokoh yang lain, serta angka tidak tahu/tidak jawab pun sangat tinggi,” ucap Hendri.

Dia mengungkapkan, sebagai ketua umum Golkar, figur Airlangga masih berat untuk diusung bahkan sebagai cawapres sekalipun.

Dari kelima simulasi, figur Puan, AHY dan Erick Thohir memiliki peluang lebih kuat sebagai cawapres dibandingkan Sandiaga Uno dan Airlangga Hartarto. Sejauh ini Prabowo-Puan masih menjadi pasangan paling ideal dibandingkan Anies-AHY ataupun Ganjar-Erick.

“Menarik jika dalam survei yang lain diadu antara ketiga pasangan tersebut, apakah Prabowo-Puan tetap unggul dan sejauh mana keunggulannya,” pungkas Hendri.

Survei Index Research dilakukan pada 21-30 Mei 2021 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini