Siapa pihak Istana yang ajak PKS gabung koalisi Jokowi?

Jumat, 2 Maret 2018 13:26 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Siapa pihak Istana yang ajak PKS gabung koalisi Jokowi? presiden PKS temui Jokowi di Istana (21/12/2015). ©2018 Merdeka.com/presidenri.go.id

Merdeka.com - PKS mengaku diajak bergabung oleh pihak Istana untuk mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Tapi, tak diketahui siapa yang memulai ajakan itu. Namun ajakan gabung itu dinilai wajar oleh Politikus PDIP Hendrawan Supratikno.

Hendrawan menyebut, jika semua partai bergabung mendukung Jokowi, maka bukan tidak mungkin Pilpres 2019 hanya akan ada satu calon saja.

"Ya kalau semua bergabung jadi satu calon ya memang benar. Itu matematika saja kan," kata Hendrawan saat dihubungi, Jumat (2/3).

Hendrawan tak tahu orang yang ajak gabung PKS ke dalam koalisi pemerintah. Namun dia menyebut, komunikasi kepada partai-partai untuk membangun koalisi di Pilpres 2019, dilakukan oleh Presiden dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sehingga, kader PDIP lain kemungkinan tidak mengetahui komunikasi kepada PKS.

"Kalau sudah levelnya presiden yang berkomunikasi itu kan yang tahu hanya presiden dan ketua umumnya. Tapi kalau ada sesuatu yang tidak benar pasti disangka oleh lingkaran 1 presiden," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden PKS, Sohibul Iman mengatakan, partainya belum mempunyai niatan untuk bergabung dengan pemerintahan. Dia mengaku pernah diajak agar partainya dapat bergabung dengan koalisi pemerintahan untuk bersama-sama mendukung pencalonan Joko Widodo pada Pilpres 2019.

"Saya tegaskan di sini bahwa PKS diajak bergabung dengan Istana ada. Dan itu bukan sebuah kejahatan dalam politik. Itu biasa-biasa saja, istana ingin mengajak kita," kata Sohibul di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/3).

Dia mencontohkan, apabila partainya bergabung dengan pemerintahan dan mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019, maka Jokowi akan melawan kotak kosong karena tak ada lagi lawan. Sohibul menyebutkan kemungkinan besar partainya akan bersama Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam mengusung lawan Jokowi di 2019. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini