Setelah Tak Jadi Pejabat, Apa Pekerjaan Para Mantan Menteri?

Selasa, 23 Juli 2019 06:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Setelah Tak Jadi Pejabat, Apa Pekerjaan Para Mantan Menteri? Chatib Basri. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah tidak menjadi menteri lagi, beberapa mantan menteri bekerja di posisi strategis sebuah perusahaan. Mereka duduk di kursi empuk perusahaan BUMN maupun swasta.

Para mantan menteri ini dinilai layak bergabung di perusahaan karena memiliki pengalaman bertugas di pemerintahan. Berikut mantan menteri yang diangkat jadi pejabat sebuah perusahaan:

1 dari 4 halaman

Agus Martowardojo

Mantan menteri yang memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan adalah Agus Martowardojo. Agus Martowardojo merupakan mantan menteri keuangan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2010-2013.

Agus mendapat posisi Komisaris Utama di perusahaan online Tokopedia. Agus dinilai mempunyai banyak pengalaman sehingga layak diangkat menjadi Komisaris Utama.

"Kehadiran Pak Agus akan memperkuat momentum kinerja perusahaan yang tengah memasuki tahun ke-10 mewujudkan misi pemerataan ekonomi secara digital," kata Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya pada 10 Januari 2019 lalu.

Selain Tokopedia, belum lama ini Agus juga diangkat menjadi Komisaris Independen PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Agus diangkat oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebagai pemegang saham PT SMI. Seperti diketahui, PT SMI merupakan BUMN di bawah pengawasan Kementerian Keuangan.

Pengangkatan Agus sebagai Komisaris Independen berdasarkan keputusan menteri Nomor 466/KMK.06/2019 pada 31 Mei 2019 tentang pengangkatan komisaris independen perusahaan perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

2 dari 4 halaman

Mustafa Abubakar

Selain Agus Martowardojo, mantan menteri yang mendapat posisi strategis di perusahaan ialah Mustafa Abubakar. Mustafa Abubakar menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009 hingga 2011.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Mustafa diangkat menjadi Komisaris Independen Bank Bukopin untuk periode 2008-2023. Selain Bank Bukopin, Mustafa juga sempat menjabat Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia periode 2012-2015.

3 dari 4 halaman

Muhamad Chatib Basri

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mengangkat Muhamad Chatib Basri sebagai Komisaris Utama. Chatib diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) self regulatory organization (SRO) pada 29 Mei 2019 lalu.

Muhamad Chatib Basri merupakan Mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode Mei 2013 sampai Oktober 2014. Sebelumnya dia menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Juni 2012-Oktober 2013.

Tak hanya KPEI, Chatib juga masih menjabat komisaris utama di PT Indonesia Infrastructure Finance, PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Schroder Investment Management Indonesia, PT Astra International Tbk (ASII), dan World Bank.

4 dari 4 halaman

Jusman Syafii Djamal

Jusman Syafii Djamal, mantan menteri yang juga mendapat posisi tinggi di perusahaan. Syafii menteri perhubungan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diangkat menjadi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Sebelum di KAI, Jusman sempat menjadi Komisaris Utama di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengangkatan Jusman sebagai Komisaris KAI berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno Nomor: SK-243/MBU/09/2018 tanggal 14 September 2018.

Jusman punya pengalaman yang mumpuni lantaran pernah menjabat Menteri Perhubungan periode 2007-2009 di masa pemerintahan SBY. [has]

Baca juga:
Jika Menang, Prabowo-Sandi Berniat Angkat Sri Mulyani & Chatib Basri jadi Menteri
Chatib Basri: Defisit Membengkak, Penurunan Suku Bunga BI Sulit Dilakukan
Menebak calon Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti
Sandiaga Uno sedih Tigerair Mandala berhenti beroperasi
Selepas perpisahan, Dahlan ajak bos BUMN lepas SBY di jalan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini