Sekjen PDIP Sebut Citra Jokowi Turun karena Hadiri Acara Relawan di GBK

Minggu, 27 November 2022 13:54 Reporter : Merdeka
Sekjen PDIP Sebut Citra Jokowi Turun karena Hadiri Acara Relawan di GBK Jokowi hadiri Nusantara Bersatu. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyayangkan gerakan relawan Jokowi yang menggelar acara Nusantara Bersatu di GBK pada Sabtu (26/11) kemarin. Hasto menilai relawan hanya memanfaatkan kebaikan Jokowi.

“Saya pribadi sangat menyesalkan adanya elite relawan yang dekat dengan kekuasaan, lalu memanfaatkan kebaikan Presiden Jokowi sehingga menurunkan citra Presiden Jokowi. Akibatnya kehebatan kepemimpinan Presiden Jokowi di acara G20 yang membanggakan di dunia, dan rakyat Indonesia, lalu dikerdilkan hanya urusan gegap gempita di GBK,” kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (27/11).

Menurut Hasto, prestasi Jokowi harus tercoreng dengan manuver para relawannya. Para relawan juga terus menggangu Jokowi dengan mengancam akan bubar.

“Kepemimpinan Presiden Jokowi yang sudah going global dan menjadi inspirasi dunia, direduksi dengan cara-cara yang tidak elegan. Sepertinya elit relawan tersebut mau mengambil segalanya, jika tidak dipenuhi keinginannya mereka mengancam akan membubarkan diri, tetapi jika dipenuhi elite tersebut melakukan banyak manipulasi,” kata Hasto.

Hasto menyebut banyak sekitar Jokowi yang kurang paham bahwa elite relawan tersebut adalah kumpulan berbagai kepentingan. “Padahal seharusnya menyangkut urusan bangsa dan negara, apalagi pemimpin ke depan merupakan persoalan bersama yang harus dijawab dengan jernih, penuh pertimbangan, dan harus menjawab jalan kejayaan bagi bangsa dan negara Indonesia,” tegasnya.

Bagi PDIP, apa yang terjadi dengan acara Nusantara Bersatu, menjadi pelajaran politik yang sangat penting. Sebab, menurut Hasto, dalam mobilisasi massa acara tersebut menggunakan cara tak sehat.

“Mobilisasi sampai dilakukan cara-cara menjanjikan sesuatu yang tidak sehat,” tegasnya.

Untuk itu, PDIP meminta semua pihak menjaga kehormatan Jokowi. “PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya prestasi sudah on the track. Bahkan prestasi Pak Jokowi itu untuk bangsa Indonesia dan dunia, bukan untuk kelompok kecil yang terus melakukan manuver kekuasaan,” pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Terpisah, Relawan Perjuangan Demokrasi (Redpem) sayap PDI Perjuangan mengaku geram dengan manuver relawan Jokowi yang melakukan kegiatan akbar di GBK. Redpeem menilai relawan hanya ingin menempel ring kekuasaan tetapi menjadi benalu bagi Jokowi.

“PDI Perjuangan sebagai pengusung utama Presiden Jokowi dan berjuang sejak wali kota, gubernur hingga dua kali masa jabatan Pak Jokowi, sangat menyayangkan acara Nusantara Bersatu. Kepemimpinan Pak Jokowi yang sangat top di dunia melalui Presidensi G20, tiba-tiba turun hanya menjadi presiden relawan," ujar Ketua Umum Repdem Wanto Sugito.

Wanto mempertanyakan inisiator acara Nusantara Bersatu yang tidak sensitif dengan kondisi bangsa yang saat ini masih berduka dengan adanya bencana gempa Cianjur.

“Cianjur butuh relawan dalam pengertian yang sebenarnya, untuk tugas-tugas kemanusian. Bukan relawan untuk presiden yang sedang menjabat. Apalagi berdasarkan pantauan di sosmed, lebih banyak yang mengkritisi agenda tersebut. Belum lagi dampak kemacetan yang ditimbulkan,” kata dia.

Menurut Wanto, Jokowi telah sukses menggelar presidensi Indonesia di G20. Namun harus tercoreng acara relawan di GBK kemarin.

“Menurut kami akhirnya acara hari ini malah mendowngrade prestasi dan kinerja Pak Jokowi. Sebaiknya kita fokus bagaimana menghadapi tantangan 2023 yang disebut Pak Jokowi menghadapi situasi resesi di berbagai negara. Fokus bersama kita seharusnya tentang hal itu,” kata dia.

Wanto bahkan membandingkan sikap relawan dengan PDIP. PDIP, kata dia, mematuhi aturan tidak menggunakan GBK untuk acara partai.

“PDI Perjuangan saja sangat taat asas dan patuh saat disebutkan bahwa Gelora Bung Karno tidak bisa dipergunakan untuk perhelatan HUT Partai. Akhirnya rencana menggelar HUT Partai tersebut akan dilaksanakan di Kemayoran. Jadi kami sungguh menyesalkan agenda hari ini. Pak Jokowi menghargai relawan dan bersedia hadir tapi seharusnya inisiator Nusantara Bersatu melihat momentum dan kepantasan mengadakan acara tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com.

[tin]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini