SBY: Saya Ingin Pada Saatnya Rakyat Akan Tahu Siapa Itu Partai Demokrat

Rabu, 11 Desember 2019 16:45 Reporter : Ahda Bayhaqi
SBY: Saya Ingin Pada Saatnya Rakyat Akan Tahu Siapa Itu Partai Demokrat SBY©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Waketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membuka wisuda 45 taruna Akademi Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (11/12). SBY, menyampaikan dalam pidatonya agar seluruh Indonesia mengetahui siapa itu Demokrat.

"Saya ingin pada saatnya rakyat Indonesia akan tahu siapa itu Partai Demokrat. Partai Demokrat adalah partai yang nasionalis dan religius sejak berdiri tahun 2001 yang lalu. Partai Demokrat tentu mencintai bangsa dan negaranya dengan semangat rasa dan wawasan kebangsaan," ujar SBY di JCC, Jakarta, Rabu (12/11).

SBY juga memberikan wejangan kepada taruna Demokrat itu. Dia ingin para taruna mengenal jati diri partai dan mengenal idealisme serta perjuangannya.

"Saya hanya ingin mengingatkan sebagai kader baru Partai Demokrat ketahuilah jati diri Partai Demokrat, ketahuilah nilai wawasan dan prinsip-prinsip yang dijalankan oleh Partai Demokrat. Partai harus punya warna, punya idealisme, punya nilai dan platform perjuangan. Karena Insyaallah partai ini akan ada selamanya," kata Presiden RI Keenam itu.

1 dari 1 halaman

Taruna Teken Kontrak Supaya Tak Pindah Partai

Para taruna ini diberikan tugas untuk mendampingi anggota DPR. Mereka bahkan menekan kontrak agar tidak bisa pindah partai dalam waktu 10 tahun.

"Sebagai tambahan mereka semua sudah tanda tangan kontrak. Usia mereka muda-muda tetapi berani tanda tangan kontrak. Dalam 10 tahun ke depan mereka bersedia tidak akan pindah ke mana-mana," ujar Waketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidatonya.

AHY berkata, akan ada konsekuensi jika taruna tersebut melanggar kontrak. Taruna itu harus membayar denda senilai Rp1 miliar. AHY bilang, kontrak tersebut tanpa ada paksaan.

"Kalau itu terjadi Rp1 miliar mereka akan tanggung," kata putra SBY itu.

AHY mengatakan, kontrak tersebut dimaksudkan agar kader Demokrat tidak menjadi kutu loncat yang mudah pindah partai. Diapun memperingatkan kepada kader senior juga tak mudah keluar masuk partai.

"Mereka sendiri tidak dipaksa, apalagi para senior-senior kita semuanya. Supaya tidak mudah masuk dan keluar Partai Demokrat," kata dia. [eko]

Baca juga:
Demokrat Soal Wacana Hukuman Mati koruptor: Kembali ke Political Will Jokowi
SBY Akan Sampaikan Sikap Politik Malam Ini
Sibuk Konsolidasi, Demokrat Belum Tahu Kapan Bertemu PKS
Demokrat Duga Ada Agenda Terselubung di Balik Usulan Jabatan Presiden 3 Periode
Demokrat Sindir Pihak yang 'Jilat' Jokowi Lewat Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode
Jokowi: Ada yang Cari Muka Usulkan Jabatan Presiden Tiga Periode

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini