SBY: Rakyat Ingin Keadilan, Kesejahteraan, Kerukunan dan Demokrasi

Kamis, 9 September 2021 16:44 Reporter : Bachtiarudin Alam
SBY: Rakyat Ingin Keadilan, Kesejahteraan, Kerukunan dan Demokrasi Rapimnas Demokrat. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato politik dalam rangkap memperingati 20 tahun Partai Demokrat. SBY menyimpulkan ada 4 hal yang diinginkan rakyat Indonesia.

SBY bercerita, ada tiga tonggak sejarah yang sangat penting bagi perjalanan Republik Indonesia. Pertama tahun 1945, berakhirnya pemerintahan kolonial. Kedua 1965, perubahan besar juga pada akhir masa presiden Soekarno. Terakhir, tahun 1998 akhir masa pemerintahan soeharto.

"Apa yang hendak saya sampaikan dari masing-masing tonggak sejarah itu, pasca krisis itu bangsa kita melakukan koreksi total dan perubahan besar," kata SBY, Kamis (9/9).

SBY menilai, hal-hal yang tidak disukai oleh rakyat di era kolonial harus hilangkan dan tidak lakukan di era kemerdekaan. Demikian juga tahun 1965 dan tahun 1998. Dia mengkaji dan mempelajari dengan seksama.

"Apa yang sungguh dikehendaki oleh rakyat Indonesia?Saya simpulkan ada 4," jelas dia.

Pertama, rakyat menginginkan keadilan yang sejati. Termasuk keadilan dalam penegakan hukum dan juga keadilan sosial.

Kedua, lanjut SBY, rakyat menginginkan hidup yang makin baik, kesejahteraan makin baik, ekonomi tumbuh tapi penghasilan dan kesejahteraan rakyat juga tumbuh. Kembali ke keadilan sosial atau social justice

"Ketiga, rakyat kita ingin negaranya aman dan damai, rukun. Ingat, setelah 1998, tiga tahun berturut-turut negara kita mengalami instabilitas keamanan di sana sini robek. Banyak sekali disorder. Karena itu ke depan tentu mereka menginginkan Indonesianya lebih aman lebih damai dan rakyatnya rukun dan bersatu," kata SBY.

Terakhir, tambah SBY, rakyat menginginkan demokrasi. Demokrasi yang dimaksud bukan hanya soal kebebasan dan hak-hak asasi manusia. Tapi juga kembali pada supremasi hukum, konstitusionalisme.

"Pemilihan umum yang jujur dan adil kemudian, check and balances antara lembaga-lembaga negara, termasuk check and balances antara negara dengan rakyat, dan banyak sekali nilai-nilai universal demokrasi," terang SBY.

Menurut dia, demokrasi yang diinginkan rakyat yakni tertib dan berkeadaban. Bukan demokrasi liberal parlementer dulu yang mengakibatkan negara gonjang-ganjing. Bukan juga demokrasi terpimpin.

Keempat hal itu, kata SBY, yang menjadi platform perjuangan partai Demokrat ke depan. Menjadi visi dan misi besar Partai Demokrat untuk negeri tercinta Indonesia.

"Nah kalau ditanya, lantas jati diri, garis Ideologi ataupun platformnya apa, ya kembali kepada tadi itu. Kami tentu menganut asas Pancasila, karena bagi Demokrat Pancasila lah yang terbaik bagi bangsa kita," tutur Presiden keenam RI tersebut.

Kedua, Demokrat menganut garis nasionalis religius, nasional dalam arti partai kebangsaan. Tapi nasionalis dalam kebangsaan yang dimaksud bukan yang tidak mengadopsi nilai-nilai agama yang luhur.

"Dan kami tidak ingin ada dikotomi pertengkaran antara nasionalis dengan agama," jelas SBY. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini