SBY Dijuluki Bapak Bansos, Demokrat Sebut Hasto Kecewa Megawati 2 Kali Kalah Pilpres

Sabtu, 29 Mei 2021 11:14 Reporter : Intan Umbari Prihatin
SBY Dijuluki Bapak Bansos, Demokrat Sebut Hasto Kecewa Megawati 2 Kali Kalah Pilpres Demokrat. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani angkat bicara terkait pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai bapak bansos. Dia menilai ucapan Hasto sebagai kekecewaan lantaran kalah dalam perhelatan pemilu 2009 lalu.

"Terkait dengan upaya pendiskreditan Hasto terhadap Pak SBY yang dijuluki sebagai Bapak Bansos kami pandang sebagai ekspresi kekecewaan karena pada masa itu dua kali berturut-turut kalah dalam Pemilu berhadapan dengan Pak SBY," katanya dalam pesan singkat, Sabtu (29/5).

Dia mengatakan seluruh pihak mengerti ekonomi. Kemudian kata Kamhar kebijakan publik bisa memahami dan menerima bahwa kebijakan memberikan bansos tepat.

"Pak SBY pada masa itu sangat tepat dengan memberi program Bansos dan BLT untuk menjaga daya beli masyarakat yang kala itu terjadi krisis ekonomi global pada 2008 dan sebagai kompensasi atas kenaikan BBM sehingga perekonomian nasional tetap terjaga dan terus tumbuh," bebernya.

Sebelumnya diketahui Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, soal peluang Prabowo diusung PDIP di Pilpres 2024. Diketahui, hal itu terkait dengan Perjanjian Batu Tulis di antara kedua partai tersebut pada Pilpres 2009.

"Prasasti Batu Tulis yang dimaksud dalam konteks politik, Prabowo dan Megawati, ya pemilu itu sudah selesai di 2009. Sehingga syarat menjalankan pemerintahan bersama ketika menang pemilu terbukti tidak bisa diwujudkan," kata Hasto dalam webinar yang digelar lembaga Para Syndicate di Jakarta, Jumat (28/5).

Tanggapan Hasto soal Pemilu 2009 justru berlanjut soal gugatan kemenangan Partai Demokrat (PD) yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyoni atau SBY pada 2004 dan 2009. Menurut Hasto kemenangan SBY kala itu dianggap penuh manipulasi.

"Saya mendengar dari internal Demokrat sendiri terkait kecurangan Pemilu 2004 dan 2009, dan bagaimana pada tahun 2009 saya jadi saksi manipulasi daftar pemilih tetap (DPT) itu dilakukan, bagaimana politik bansos itu dilakukan sehingga ada pihak yang menjuluki Pak SBY itu Bapak Bansos Indonesia," ungkap Hasto. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini