Saran Demokrat Agar Elektabilitas Anies Terjaga Usai Tak Lagi Jadi Gubernur DKI

Selasa, 24 Mei 2022 14:47 Reporter : Bachtiarudin Alam
Saran Demokrat Agar Elektabilitas Anies Terjaga Usai Tak Lagi Jadi Gubernur DKI AHY Sambangi Anies Baswedan di Balai Kota. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Partai Demokrat menyoroti elektabilitas Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat calon presiden dalam Pilpres 2024. Demokrat melihat posisi Anies yang memasuki pensiun sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober mendatang berpotensi menurunkan elektabilitasnya sebagai Capres.

"Soal Anies dia tidak ada kendaraan, itu yang bikin bingung. Kalau Demokrat doang kan yang form (Oposisi) juga sama PKS. Itu kurang (kursinya)," kata Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono saat dihubungi merdeka.com, Selasa (24/5).

Selain tak lagi menjabat Gubernur DKI Jakarta, Demokrat menilai posisi Anies yang tak punya kendaraan politik bakal mempengaruhinya dalam mempertahankan elektabilitas. Demokrat menyarankan Anies untuk terus melakukan manuver untuk menjaga elektabilitasnya.

"Bagaimana Anies langkah ke depan, terus memposisikan diri, terus bergerak jangan kendor. Karena dua tahun ini bisa bikin elektabilitas turun," ujar Mujiyono.

Mujiyono tak menampik bahwa elektabilitas Anies yang tinggi selama ini dipengaruhi posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang langkahnya untuk menjadi calon presiden terbuka sangat lebar karena mempunyai kendaraan politik.

"Sementara Ketum meski elektabilitasnya masih jauh dari Anies tapi kendaraannya ada jadi masih bisa. Kalau Anies mau ke daerah gimana. Nah kalau AHY ke daerah jelas di sana ada kepengurusan, infrastruktur, jadi seorang Ketum kan berhak datang ke wilayah-wilayah," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Masuk Parpol

Oleh sebab itu, Demokrat menyarankan Anies untuk segera masuk ke dalam partai politik. Hal itu dilakukan Agar upaya mempertahankan elektabilitasnya sebagai capres bisa tetap terjaga.

"Makanya saran saya segeralah jadi kader partai politik, untuk menjaga elektabilitas supaya bisa bergerak di situ. Jadi ibaratnya nyetir mobil Anies mobil sewaan, sementara Ketum meski langkahnya belum secepat Anies tapi mobil sendiri," tutur dia.

Meski demikian, Mujiyono tidak menampik jika sejauh ini banyak bermunculan aspirasi dari para kader Partai Demokrat khususnya di Jakarta untuk menduetkan Anies dengan AHY sebagai Capres dan Cawapres 2024 nanti. Namun usulan itu menurut dia, masih sangat dinamis.

"Karena kami punya sarana. Mungkin bisa untuk sekarang startingnya Anies-AHY karena Anies elektabilitasnya lebih tinggi. Tapi kalau nanti pak Anies sudah tidak jadi gubernur kan bisa turun," kata dia.

Berdasarkan lembaga survei, nama Anies selama ini kerap masuk bursa Capres dalam Pilpres 2024 mendatang. Hasil survei dirilis Indikator Politik Indonesia pada 14-19 April 2022, nama mantan Mendikbud tersebut menempati posisi ketiga sebagai Capres dengan trend naik dari 17,1 persen menjadi 19,4 persen. [gil]

Baca juga:
Jakarta Menuju Endemi, Anies: Saya Tidak akan Mainkan Perannya Pakar
Anies Promosikan Kepulauan Seribu untuk Pekerja Digital
Anies Ungkap Alasan Pilih Kata Hajatan Rayakan Ultah Jakarta: Istilah Sangat Betawi
Anies Cabut Pergub Era Ahok, Jabatan Pengurus RT/RW Diperpanjang jadi 5 Tahun
Pergub Era Anies yang Menganulir Pergub Ahok: Reklamasi hingga Masa Jabatan RT/RW
Anies Baswedan: Fahmi Idris Berjuang untuk Menghadirkan Kemajuan Perubahan Indonesia
CEK FAKTA: Tidak Benar Anies Baswedan Berkali-Kali Salah Ucapkan Sumpah Jabatan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini