Sandiaga: Lazimnya Pemilu, yang Tidak Terpilih akan jadi Mitra Penyeimbang

Senin, 1 Juli 2019 10:09 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Sandiaga: Lazimnya Pemilu, yang Tidak Terpilih akan jadi Mitra Penyeimbang sandiaga. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan perjuangan dalam membangun negara tidak harus melalui struktur pemerintahan. Dia menyadari, sebagai pihak yang kalah di Pilpres 2019 bisa berperan sebagai mitra penyeimbang di luar pemerintahan.

"Sebagai lazimnya suatu pemilu, yang terpilih akan memimpin pemerintahan. Yang tidak terpilih akan berperan sebagai mitra penyeimbang untuk menjaga jalannya pemerintahan ke depan" kata Sandiaga melalui akun instagram pribadinya, Sandiuno dikutip merdeka.com, Senin (1/7).

Menurutnya, mitra penyeimbang punya peranan penting untuk mengontrol dan mengawasi jalannya pemerintahan. Hal tersebut menjadi dasar demokrasi yang sehat.

"Karena demokrasi yang sehat ibarat tepukan tangan, diperlukan dua tangan untuk bertepuk. Bila demokrasi ingin sehat harus ada perimbangan antara yang menjalankan pemerintahan dengan yang kontrol jalannya pemerintahan," ujarnya.

Dia beralasan, pihaknya bukan tidak mau bersama-sama dengan koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, kata Sandiaga, peran sebagai mitra penyeimbang diperlukan untuk menjaga kepentingan negara.

"Sama seperti ketika berniat maju dalam konstestasi kami melihat bahwa kompetisi bukan lah permusuhan, kompetisi bukan lah perang total. Tetapi menjadi penyeimbang di luar pemerintahan kita tidak mau bersama-sama. Tapi justru karena kita ingin bersama-sama menjaga kepentingan negara," tegas Sandiaga.

"Bila ada mekanisme saling cek, saling kontrol saling menjaga, dan saling mengingatkan, maka InsyaAllah jalannya pemerintahan akan baik. Jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara akan selalu terarah semata2 mencapai tujuan awal. Itu lah niat awal yg luhur yang harus kita jaga bersama," sambungnya.

Diketahui dalam sidang pleno terbuka KPU, Jokowi-Ma'ruf telah ditetapkan sebagai presiden dan wapres terpilih. Mereka meraih 55,5 persen suara.

"Menetapkan pasangan capres dan cawapres 01 saudara Ir H Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin dengan perolehan 85.607.362 suara atau 55,50 persen dr total suara sah nasional sebagai pasangan presiden dan wapres terpilih periode 2019 2024," Kata Ketua KPU Arief Budiman. [ray]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini