Sandiaga Diingatkan Tak Ragukan Legitimasi KPU

Senin, 7 Januari 2019 14:45 Reporter : Henny Rachma Sari
Sandiaga Diingatkan Tak Ragukan Legitimasi KPU Sandiaga Uno bertemu kiai kampung di Malang. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno mempertanyakan kualitas Pemilu 2019. Hal itu terkait hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos ditemukan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sandi mengatakan buntut hoaks tersebut tak sedikit masyarakat yang ia temui mengungkap kekhawatiran terhadap Pemilu yang tidak berjalan jujur dan adil.

"Jadi ini menjadi kekhawatiran kami maupun semua. Karena hampir di beberapa titik kunjungan masyarakat juga bertanya ke saya gimana memastikan Pemilu ini Jurdil? jadi mari kita pastikan Pemilu ini bebas gangguan hoaks dan gangguan upaya delegitimasi proses ini," jelas Sandiaga, Minggu (6/1) kemarin.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Bapilu DPP PSI, Andi Saiful Haq meminta Sandi tak meragukan legitimasi KPU. Sebab, status Cawapres yang kini disandang Sandi salah satu produk KPU.

"Jikapun ada hasil KPU yang meragukan itu adalah karena meloloskan tukang bohong sebagai Capres dan Cawapres seperti Prabowo dan Sandi Uno. Itupun Karena dalam penetapan Capres dan Cawapres tidak ada tes kebohongan," kata Saiful dalam keterangan, Senin (7/1).

Ia mengatakan mengikuti sendiri tahapan verifikasi KPU. Dalam Prosesnya menunjukkan integritas dan profesionalitas KPU.

"PSI mengikuti proses verifikasi KPU secara detail tahap demi tahap. Dalam setiap tahapan KPU yang kami lalui, seluruh jajaran KPU sampai KPUD, Bawaslu hingga Panwaslu di daerah selalu menunjukkan integritas dan profesionalitas yang tinggi. Sebagai partai anak muda dan baru, PSI tidak sekalipun diminta untuk menempuh jalan yang tidak benar. Semua proporsional sesuai peraturan yang berlaku," katanya.

Jika masyarakat terus disuguhkan persepsi negatif terkait jalannya Pemilu, ia khawatir lama kelamaan mendegradasi integritas penyelenggara Pemilu.

"Saya mengkhawatirkan upaya ini merupakan strategi khusus untuk mendegradasi integritas penyelenggara Pemilu," tuturnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini