Sandiaga Didesak Mundur dari Gerindra, Dasco: Jadi Capres Itu Pilihan Hidup

Jumat, 9 September 2022 13:42 Reporter : Alma Fikhasari
Sandiaga Didesak Mundur dari Gerindra, Dasco: Jadi Capres Itu Pilihan Hidup Sandiaga Uno. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Politikus Gerindra Arief Poyuono menyebut Sandiaga Uno sebagai pengkhianat di Gerindra dan harus dipecat partai karena ingin jadi capres PPP. Menanggapi Hal itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pilihan dipecat berada di tangan yang bersangkutan yakni Sandiaga Uno.

Dasco menilai, setiap jalan untuk berpolitik semua menjadi pilihan sendiri, termasuk memilih maju sebagai calon presiden. Akan tetapi, menurut dia, semua memiliki konsekuensi.

"Jadi menteri adalah pilihan hidup, kemudian jadi presiden adalah pilihan hidup. Nah jadi pilihan itu juga ada konsekuensi memilih jadi presiden, calon presiden yang dicalonkan partai lain itu enggak ada masalah. Tapi ada konsekuensi kan gitu secara etik maupun secara moral," kata Dasco, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/9).

Sehingga, perihal dipecat atau tidak, Dasco menyebut kembali pada pilihan Sandiaga. Apakah tetap ingin menjadi capres atau berada di Partai Gerindra, yang mana sudah jelas hasil dari rapat pimpinan nasional (Rapimnas) bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto calon tunggal yang akan diusung untuk menjadi capres 2024.

"Untuk menjalankan tugas sebagai menteri juga itu pilihan hidup jadi pilihan-pilihan itu harus dipilih. Sehingga kita sebagai orang yang sudah matang dalam berpolitik tentunya kita akan tunggu aja pilihannya seperti apa, bukan gerindra yamg harus memilih kan gitu," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Sandiaga Patuh ke Prabowo

Sandiaga Uno menanggapi persoalan itu. Sandi mengaku patuh arahan dari Ketum Prabowo Subianto untuk fokus dalam tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dipimpinnya.

"Sebagai kader Gerindra tentunya saya sangat menghormati dan mengikuti arahan dari Ketua Umum Bapak Jenderal Prabowo dan beliau menugaskan saya untuk fokus dalam tugas di kementerian," kata Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/9).

Sandiaga tidak menjawab spesifik apakah bakal mundur dari Gerindra atau tidak. Dia hanya fokus arahan Presiden Jokowi untuk membangkitkan ekonomi dan turun mendengar aspirasi masyarakat.

"Dan memberikan solusi terutama dengan tingginya harga-harga pokok, baru juga naik harga BBM dan lain sebaginya, kita harus hadir menampung aspirasi masyarakat dan memberikan solusi agar permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat ini bisa dilalui," ucapnya.

Menurutnya, dinamika politik yang terjadi sangat dinamis. Dia mengajak untukmenjalani bersama-sama dalam bingkai persahabatan. Sehingga, bisa membangun momentum prestasi dalam 8 tahun pemerintahan Presiden Jokowi yang sudah berjalan.

"Namun tentunya kita harus bergandengan tangan untuk memastikan kontestasi di 2024 ini menjadi demokrasi yang sejuk, teduh, dan bersahabat," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Sandiaga Dicap Pengkhianat

Sebelumnya, Arief Poyuono menyebut Sandiaga sebagai pengkhianat di Gerindra. Dia juga usul agar Sandiaga didepak dari Gerindra lantaran diminta maju sebagai capres PPP.

"Kalau aku melihatnya apa? Kalau aku melihatnya Desmond ini seorang kader yang taat, yang patuh. Artinya mengamankan hasil Rapimnas bahwa calon presiden dari Gerindra itu hanya Prabowo. Karena ketika itu sudah diputuskan dalam Rapim masih ada kader yang balelo, kader yang penghianat seperti Sandiaga, ingin jadi capres lewat PPP," kata Poyuono.

Seperti Arief, Kader Gerindra, Otis Homer ikut resah melihat sikap Sandiaga tersebut. Dia bahkan mengkritik keras pernyataan Sandiaga yang mengaku siap maju dalam kontestasi politik 2024.

Dia bercerita, pertama kali bertemu dan kenal dengan Sandiaga Uno. Saat itu sekitar tahun 2016. Jelang Pilkada DKI 2017. Otis mengatakan, saat itu sang ketua umum mengumpulkan seluruh kadernya di Hambalang, Bogor.

"Pak Prabowo membina dan menggembleng para kadernya untuk menjadi seorang pejuang politik, bukan sekadar menjadi politisi," jelas Otis, dikutip merdeka.com, Selasa (6/9).

Dalam acara tersebut, ada tradisi 'Parade Senja'. Yakni, upacara di Gerindra untuk menghormati para pejuang kemerdekaan RI tetapi juga para pendiri serta pejuang partai yang telah gugur dalam perjuangan untuk rakyat Indonesia.

4 dari 4 halaman

Didesak Mundur

Dia pun mengaku kecewa dengan kesiapan Sandiaga untuk maju dalam Pemilu 2024. Sementara Gerindra telah sepakat untuk mengusung kembali Prabowo sebagai capres.

Dia memahami, hak setiap warga negara untuk dipilih dan memilih sesuai UU. "Namun seorang Sandiaga Uno adalah kader Gerindra seharusnya tunduk kepada forum tertinggi partai yang telah mendeklarasikan Pak Prabowo Subianto sebagai Capres dari partai Gerindra pada Pemilu 2024," tutur dia.

Terlebih, Sandiaga hadir dalam forum Rapimnas berseragam kader lengkap. Seharusnya, Sandiaga, kata dia, menyadari dan mengetahui serta mendengar keputusan bulat dan mutlak secara musyawarah dari 34 DPD Gerindra se-Indonesia yang menghendaki Prabowo sebagai calon tunggal yang akan diusung oleh Partai Gerindra sebagai Capres.

"Sebagai kader saya perlu mengingatkan anda (Sandiaga) untuk membaca serta harus menghafal dan menghayati teks sumpah kader Partai Gerindra pada butir ke-5 berbunyi ‘Saya bersumpah, bahwa saya tunduk dan patuh kepada Ideologi dan disiplin partai serta menjaga kehormatan martabat dan kekompakan partai," ujar Otis yang juga putra asli Papua itu.

Menurut dia, Sandiaga Uno telah melanggar sumpah kader partai yang selalu diucapkan oleh para kader. Khususnya, Sandiaga saat didaulat sebagai Calon Gubernur oleh Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang tahun 2016 lalu.

"Sebagai kader partai saya persilakan anda secara gentle mundur dan keluar dari Gerindra kalau anda tidak cocok dengan perjuangan dan garis partai," katanya. [ray]

Baca juga:
Sandiaga akan Temui Prabowo, Dasco: Silakan, Tapi soal Pencapresan Sudah Final
Sandiaga Uno: 5 Destinasi Wisata Prioritas Tarik Investasi Rp6,46 Triliun
Sandiaga Cerita Awal Mula Masuk Gerindra: Diajak Prabowo
Pertama Kalinya, Pariwisata Indonesia Kalahkan Thailand dan Malaysia
Sandiaga Minta Arahan Khusus, Begini Jawaban Prabowo

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini