Sandiaga cerita Erick Thohir menangis saat tahu sahabatnya jadi cawapres

Jumat, 14 September 2018 12:34 Reporter : Merdeka
Sandiaga dan Erick Thohir bertemu di rumah Bamsoet. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menceritakan kesedihan Erick Thohir saat mengetahui sahabatnya maju sebagai bakal calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto. Sandiaga menyebut Erick tak banyak berkata-kata, hanya mengucapkan selamat.

Peristiwa itu terjadi saat Ketua Tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu bertemu Sandiaga saat membahas Asian Games di Balai Kota. Saat itu adalah hari terakhir Sandiaga menjadi wagub.

"Pak Erick nangis, asli nangis di sebelah saya. Saya juga nangis gitu. Karena kita tidak menyangka ini terjadi dan dia tidak bilang sepatah katapun. Tapi matanya berkaca-kaca, dia bilang selamat," ucap Sandiaga di kawasan Bulungan, Jaksel, Jumat (14/9).

Usulan Prabowo

Sandiaga mengaku pernah diminta oleh Prabowo untuk mengajak Erick masuk dalam barisan timsesnya. Namun, Sandi tidak bersedia. Sebab dia yakin Erick tak mau terjun ke politik.

"San, nggak mau ajak teman-teman kamu bantu kamu di tim? Erick gimana?" kata Sandi menirukan Prabowo.

"Ah Erick pasti nggak mau, Pak," jawab Sandiaga.

"Dia pasti fokusnya bisnis dan dia tidak akan mau. Bapak (Prabowo) nggak sayang ada pengusaha yang bagus terus kalau masuk ke politik hilang lagi dong pengusaha. Apalagi pengusaha nasional kayak Pak Erick," lanjutnya.

"Ya benar. Nah itu jadi landasan kita," kata Sandi menirukan respons Prabowo.

Mantan Wagub itu memperkirakan, bila saat itu ia meminta Erick, kemungkinan besar Erick menolak. Namun, dia meyakini, Erick akhirnya memutuskan menjadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin karena tak bisa menolak permintaan presiden.

"Bahwa kalau saya yang ngajak mungkin bisa bilang nggak, tapi kalau presiden (Jokowi) yang ngajak mana bisa bilang nggak coba," ucap Sandiaga.

Meski demikian, Sandiaga tidak mau menduga apakah Erick terpaksa menjadi tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin.

"Saya tidak mau menjawab itu, karena saya tidak ada di situ. Dan kalau saya mengajak Pak Erick, dan Pak Erick nggak mau itu namanya paksaan. Tapi kalau sekarang sudah diputuskan, dia sudah mau dan sudah ada di sana," ucapnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini