Sakit hati, politisi Demokrat ramai-ramai daftar jadi DPD

Selasa, 13 Agustus 2013 10:57 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Sakit hati, politisi Demokrat ramai-ramai daftar jadi DPD SBY Rakornas Partai Demokrat. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Politikus Demokrat Eddy Sadeli lebih memilih untuk maju menjadi caleg DPD ketimbang DPR. Setelah sebelumnya, ada Ketua Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika yang juga memilih menjadi caleg senator dari pada meneruskan kiprahnya sebagai legislator.

Namun rupanya, tak hanya Pasek dan Eddy yang memutuskan untuk nyaleg di DPR. Ada juga Politikus Demokrat lainnya seperti Gondo Radityo Gambiro yang juga memilih daftar DPD. Padahal Gondo sudah dipercaya oleh fraksi Demokrat di DPR untuk menjabat sebagai pimpinan Komisi VIII DPR.

Selain Gondo, ada pula istri dari elite-elite Demokrat seperti istri Anggota Dewan Pembina Demokrat Roy Suryo, Ismarindayani Priyanti dan istri Ketua Fraksi MPR, Mohammad Jafar Hafsah, Monirah Jafar Hafsah juga pilih berkiprah di DPD. Mengapa mereka lebih pilih menjadi senator ketimbang legislator?

Gede Pasek Suardika mengatakan, jika mereka yang lebih memilih maju sebagai caleg DPD karena berawal dari kekecewaan dan cemooh dari petinggi Demokrat.

"Yang pasti setelah awalnya dicemooh, langkah saya, pak Eddy, Pak Radityo Gambiro ke DPD RI diikuti juga oleh istri pak Jafar Hafsah, istri Pak Roy Suryo, mantan sekpri SBY Pak Kurdi Mustofa dan lain-lain dan lain-lain," jelas Pasek dalam pesan singkat, Selasa (13/8).

Meski tak menjelaskan secara rinci cemoohan yang telah dilakukan Demokrat oleh orang-orang yang pilih maju lewat DPD, Pasek menyebut yang terpenting kini adalah bekerja untuk rakyat.

"Lihat-lihat saja di (media) online komentar beberapa elit Partai Demokrat waktu itu. Sampai dicopot segala dari pengurus harian Partai Demokrat juga. Ya nikmati saja. Yang penting tetap kerja yang terbaik," lanjut dia.

Loyalis Anas Urbaningrum ini pun mengakui jika dirinya pun kecewa dengan sikap para elite Demokrat yang telah mencopot dirinya sebagai pengurus harian di DPP Demokrat. Diketahui, Pasek sebelumnya memiliki jabatan sebagai ketua DPP Divisi Komunikasi Publik Demokrat.

"Kalau dicopot jadi PH (pengurus harian) tanpa ada komunikasi apapun ya wajar rada cemberut," kata dia.

Meski begitu, Pasek menambahkan, mereka yang memilih sebagai caleg DPD punya alasan masing-masing. Dia menegaskan, bukan karena mereka adalah loyalis Anas seperti dirinya.

"Bukan. Mereka ya mengambil pilihan dengan alasan masing-masing. Masa Pak Roy Suryo loyalis Anas ha ha ha ya nggaklah," terang dia.

Pasek kembali menegaskan, jika jadi caleg DPD adalah sebuah pilihan politik. Yang terpenting, kata dia, pilihan itu dilakukan dengan hati yang senang.

"Politik itu pilihan. Dan memilihlah dengan gembira," pungkasnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kemelut Demokrat
  2. Partai Demokrat
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini