Said Aqil: NU wajib mengamankan Pancasila

Reporter : Muhammad Sholeh | Jumat, 1 Juni 2012 10:41
 Said Aqil: NU wajib mengamankan Pancasila
KH Said Aqil Siradj. merdeka.com

Merdeka.com - Pancasila jangan hanya dipahami secara instrumental sebagai alat pemersatu bangsa belaka. Pancasila harus dihayati untuk menata kehidupan dan kepribadian sehari-hari.

"Tetapi lebih dari itu, Pancasila harus dipahami secara substansi, sebagai sumber tata nilai yang merupakan falsafah dalam berbangsa dan bernegara sehingga perlu terus menerus dihayati dan dirujuk dalam setiap menata kehidupan," tutur Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj.

Hal itu dikatakan Said alam pidato Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, (1/6). Hadir adalah acara Presiden ke-3 Habibie, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, mantan Wapres Try Sutrisno dan Jusuf Kalla, serta beberapa tokoh lainnya.

"NU tidak ragu menegaskan bahwa Pancasila merupakan hasil final perjuangan umat Islam. Suatu keputusan monumental yang meneguhkan Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah bangsa Indonesia. NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya secara murni dan konsekuen oleh semua pihak," ujarnya.

Said Aqil melanjutkan, banyaknya konvensi internasional, baik yang sudah diratifikasi maupun yang belum oleh pemerintah RI, sama sekali tidak boleh menggeser sedikit pun kedudukan Pancasila sebagai sumber tertinggi hukum dan tata nilai bangsa Indonesia.

Dia juga mengingatkan agar polemik hari lahir Pancasila yang belakangan ini muncul, sangat membahayakan karena pengaburan sejarah Pancasila.

"Ini akan mengarah pada pengaburan nilai dan ideologi Pancasila. Oleh karenanya, pemerintah harus tegas berketetapan bahwa Pancasila lahir 1 Juni 1945," kata Said.

[ren]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Hari Pancasila

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE