RUU Permusikan Dinilai Belum Prioritas, Fadli Zon Minta Fokus Pemilu

Senin, 4 Februari 2019 13:05 Reporter : Ranti Yunidar
RUU Permusikan Dinilai Belum Prioritas, Fadli Zon Minta Fokus Pemilu Fadli Zon datangi Pengadilan Tinggi DKI. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menganggap RUU Permusikan tidak mendesak untuk diselesaikan. Apalagi banyak pihak belum setuju dengan RUU ini. RUU yang masih dalam bentuk draf tersebut masih menjadi bahan diskusi oleh DPR, pemerintah dan kalangan musisi.

"Ya, tapi kan belum tentu semua anggota DPR setuju. Dan juga ini di dalam prolegnas kita fokus saja dulu apa yang ada di dalam prolegnas," ujar Fadli Zon di Kompleks DPR, Senin (4/2).

Fadli justru meminta semua pihak untuk tetap fokus pada pemilu yang akan berlangsung April nanti. "Kita fokus saja dulu dengan pemilu nanti di masa yang akan datang. Kalau sudah ada pemerintahan baru ya kita bahas," ujarnya.

Sejumlah pasal dalam RUU permusikan dianggap bermasalah. Terutama ketentuan dalam pasal 32 yang menyebut musisi harus mengikuti uji kompetensi agar profesinya diakui. Menurutnya, orang yang ingin bermusik tidak perlu diatur.

"Ya apa sih intinya? Kok orang mau bermusik aja diatur-atur," ucapnya.

Fadli menilai kreativitas tidak memiliki batasan. Berkreativitas dalam bermusik artinya adalah menuangkan rasa dan ide dalam bentuk lirik dan irama secara bebas. Sehingga tak perlu aturan-aturan yang mengikat. Aturan justru akan mengekang kreativitas para musisi.

"Makanya menurut saya kreativitas itu tidak bisa di batasi, " tuturnya.

"Apa standarnya di dalam berkesenian? Nggak bisa. Kreativitas, seni estetika itu tidak bisa dikasih standarisasi," tambahnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini