RUU Ketahanan Keluarga Larang Aktivitas Seks BDSM, Homoseksual dan Lesbian

Rabu, 19 Februari 2020 15:27 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
RUU Ketahanan Keluarga Larang Aktivitas Seks BDSM, Homoseksual dan Lesbian Ilustrasi pemerkosaan. ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com

Merdeka.com - RUU Ketahanan Keluarga juga mengatur larangan aktivitas penyimpangan seksual. Bentuk penyimpangan seksual yang dimaksud adalah Bondage, Dominance, Sadism, dan Masochism (BDSM).

BDSM adalah aktivitas seksual mengarah ke fantasi untuk memperbudak, mendominasi hingga penyiksaan fisik agar mendapat kepuasan.

Dalam penjelasan pasal 85 ayat 1 disebutkan perilaku seks sadisme dan masochisme sebagai penyimpangan seksual karena tidak lazim dilakukan. Bentuk penyimpangan seksual lain yang diatur pada pasal ini adalah homoseksual dan incest.

Berikut bunyi pasal 85 ayat 1:

Yang dimaksud dengan 'penyimpangan seksual' adalah dorongan dan kepuasan seksual yang ditunjukan tidak lazim atau dengan cara-cara tidak wajar, meliputi antara lain:

a. Sadisme adalah cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan menghukum atau menyakiti lawan jenisnya.
b. Masochisme kebalikan dari sadisme adalah cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual melalui hukuman atau penyiksaan dari lawan jenisnya.
c. Homosex (pria dengan pria) dan lesbian (wanita dengan wanita) merupakan masalah identitas sosial di mana seseorang mencintai atau menyenangi orang lain yang jenis kelaminnya sama.
d. Incest adalah hubungan seksual yang terjadi antara orang yang memiliki hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah, ke atas, atau menyamping, sepersusuan, hubungan semenda, dan hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku dilarang untuk kawin.

RUU ini juga mengatur soal penanganan krisis keluarga terhadap pelaku penyimpangan seksual. Aturan ini tercantum pada pasal 85.

Bunyi pasal 85:

Badan yang menangani Ketahanan Keluarga wajib melaksanakan penanganan Krisis Keluarga karena penyimpangan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 ayat (3) huruf f berupa:
a. rehabilitasi sosial;
b. rehabilitasi psikologis;
c. bimbingan rohani; dan/atau
d. rehabilitasi medis.

Selanjutnya, di pasal 86 mengamanatkan pihak keluarga wajib melaporkan anggota keluarganya yang menyimpang secara seksual kepada pemerintah terkait agar segera mendapatkan rehabilitasi dan pengobatan.

Bunyi Pasal 86:

Keluarga yang mengalami Krisis Keluarga karena penyimpangan seksual wajib melaporkan anggota Keluarganya kepada Badan yang menangani Ketahanan Keluarga atau lembaga rehabilitasi yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan.

1 dari 1 halaman

Selain mengatur peran keluarga, pasal 87 menyebut mereka yang mengidap penyimpangan seksual juga diwajibkan melapor ke lembaga terkait.

Bunyi Pasal 87:

Setiap Orang dewasa yang mengalami penyimpangan seksual wajib melaporkan diri kepada Badan yang menangani Ketahanan Keluarga atau lembaga rehabilitasi untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan.

Nantinya, lembaga rehabilitasi kasus penyimpangan seksual akan ditunjuk oleh badan yang menangani Ketahanan Keluarga berdasarkan payung hukum peraturan pemerintah. Ketentuan ini diatur dalam pasal 88 dan 89.

Bunyi Pasal 88:

Lembaga rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 dan Pasal 87 untuk Keluarga yang mengalami krisis keluarga karena penyimpangan seksual diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau masyarakat yang ditunjuk oleh Badan yang menangani Ketahanan Keluarga.

Pasal 89

Ketentuan mengenai pelaksanaan wajib lapor, rehabilitasi untuk keluarga yang mengalami Krisis Keluarga diatur dengan Peraturan Pemerintah. [ray]

Baca juga:
PPP Akui Ada Poin di RUU Ketahanan Keluarga Timbulkan Kontroversi
Komisi III DPR Nilai Donor Sperma dan Ovum Tidak Perlu Disanksi Pidana
Inisiator Ungkap Alasan RUU Ketahanan Keluarga Diusulkan di DPR
Surogasi Dilarang di RUU Ketahanan Keluarga, Terancam Pidana 5 Tahun
RUU Ketahanan Keluarga Jadi Kontroversi, DPR Janji akan Cermati Ulang

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. RUU Ketahanan Keluarga
  3. DPR
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini