RUU Ketahanan Keluarga Jadi Kontroversi, DPR Janji akan Cermati Ulang

Rabu, 19 Februari 2020 11:50 Reporter : Ahda Bayhaqi
RUU Ketahanan Keluarga Jadi Kontroversi, DPR Janji akan Cermati Ulang Sufmi Dasco Ahmad. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku tidak ingin anggota dewan menghasilkan RUU kontroversial di masyarakat. Dia mau memastikan RUU Ketahanan Keluarga yang tengah diusulkan tidak disahkan dengan kontroversi.

"Kita juga tidak ada pengen ada UU yang kemudian nanti menuai kontroversial yang menurut beberapa kalangan ada beberapa hal yang perlu dicermati," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2).

Dasco berjanji akan mencermati pembahasan RUU Ketahanan Keluarga di Baleg DPR. Dia berharap, dalam perjalanannya tidak akan jadi kontroversi.

"Ya justru karena ada beberapa kontroversi, kita akan sama-sama cermati dalam pembahasan dan sinkronisasi di Baleg nanti," ucapnya.

Waketum Gerindra ini mengatakan akan membuat inventarisasi masalah untuk membahas pasal-pasal yang dianggap publik kontroversial.

"Usulan inikan pada periode yang lalu dan baru kemudian akan disinkronisasi sekarang. Dan ini akan kita sama-sama cermati dan sama-sama membuat daftar inventarisasi masalahnya," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengakui ada sejumlah pasal kontroversi dalam RUU tersebut. Salah satunya di pasal 25 tentang kewajiban suami dan istri.

"Ada yang menimbulkan kontroversi saya tahu. Misalnya peran wanita, kewajiban istri. Nah itu lah yang saya kita pertemukan, itu kan baru usulannya si pengusul, belum tentu juga kemudian menjadi usulan dari pengusul itu yang akan kemudian menjadi bunyi kalau UU disahkan," papar Arsul.

Dia mempersilakan masyarakat mengkritisi RUU itu, namun tidak dengan ujaran kebencian. "Silakan saja berbagai elemen masyarakat kemudian menyampaikan pendapatnya, yang penting tidak usah dengan ujaran kebencian lah," tandasnya.

Lima anggota DPR lintas fraksi mengusulkan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga. Mereka adalah Ledia Hanifa (PKS), Netty Prasetyani (PKS), Endang Maria Astuti (Golkar), Sodik Mujahid (Gerindra), dan Ali Taher (PAN).

Anggota DPR Fraksi Gerindra Sodik Mujahid menjelaskan, semangat RUU tersebut adalah untuk perlindungan keluarga dan ketahanan keluarga yang berkualitas. Isi RUU tersebut memang banyak membawa mulai dari pernikahan, kehidupan berkeluarga, hak asuh dan sebagainya.

"Sedang dibahas di Baleg. Pendekatannya yaitu perlindungan keluarga, ketahanan keluarga, keluarga yang berkualitas," ujar Sodik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2).

Reporter: Delvira Hutabarat [ray]

Baca juga:
Draf RUU Ketahanan Keluarga: Donor Sperma atau Ovum Bisa Dipidana 5 Tahun
RUU Ketahanan Keluarga: Cuti Melahirkan 6 Bulan
RUU Ketahanan Keluarga Larang Aktivitas Seks BDSM, Homoseksual dan Lesbian
PPP Akui Ada Poin di RUU Ketahanan Keluarga Timbulkan Kontroversi
Komisi III DPR Nilai Donor Sperma dan Ovum Tidak Perlu Disanksi Pidana

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini