Risma diinginkan warga Surabaya yang tinggal di Jakarta

Senin, 25 Juli 2016 13:05 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Risma diinginkan warga Surabaya yang tinggal di Jakarta puluhan massa karisma geruduk DPP PDIP. ©2016 Merdeka.com/Yudha Prasetya

Merdeka.com - Nama wali kota Surabaya Tri Rismaharini kembali dibicarakan bakal diusung PDI-Perjuangan di Pilgub DKI 2017. Dorongan agar Risma maju karena dianggap bisa menjadi pemimpin alternatif dan menandingi elektabilitas petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Gembong Warsono mengatakan, mencuatnya nama Risma, kemungkinan karena keinginan warga Surabaya yang tinggal di Jakarta agar Risma menjadi calon pemimpin alternatif selain Ahok.

"Mungkin warga-warga Surabaya yang tinggal di Jakarta punya keinginan Bu Risma di Jakarta, mungkin. Tetapi itu belum bicara mesin partai, baru bicara masyarakat bawah yang menghendaki Bu Risma ke Jakarta, atau Pak Ganjar ke Jakarta, kan seperti gitu," kata Gembong di Jakarta, Senin (25/7).

Menurut Gembong, semua kader memiliki peluang yang sama untuk diusung, termasuk Risma. PDIP saat ini masih fokus pada 27 nama yang lolos dalam tahap penjaringan.

Sekaligus, melakukan penjajakan kader-kader internal yang berpotensi diusung PDIP ke masyarakat. Tujuannya adalah untuk melihat opini dan penilaian masyarakat terhadap kader-kader yang akan diplot sebagai gubernur DKI itu.

"Akan tetapi kan sekarang ini partai sedang mencermati, dari 27 nama, Bu Risma kan enggak ikut kan dia kader internal. Kader-kader internal yang sedang dijajaki di tengah masyarakat, respon masyarakat seperti apa? Kan gitu loh. Seperti Bu Risma muncul, Responnya seperti apa? Kan gitu," terangnya.

Gembong menjelaskan ada beberapa kader internal yang coba dimunculkan PDIP ke masyarakat. Kader-kader tersebut adalah Risma, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Boy Sadikin dan Ketua badan Pemenangan Pemilu PDIP Teras Narang.

"Ada Bu Risma, Pak Djarot, Pak boy kan memang diusulkan kader di bawah. Dilempar ke masyarakat, banyak Pak Ganjar juga muncul. Pak Teras narang muncul, tetapi itu lah nanti dicermati oleh partai," ungkapnya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini