Ribut-ribut PDIP dan Demokrat Saat Rapat Bersama KPK Bahas Kasus Harun Masiku

Senin, 27 Januari 2020 17:09 Reporter : Ahda Bayhaqi
Ribut-ribut PDIP dan Demokrat Saat Rapat Bersama KPK Bahas Kasus Harun Masiku Trimedya Panjaitan. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Fraksi PDIP dan Demokrat adu pendapat saat Rapat Dengar Pendapat Komisi III dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/1).

Hal tersebut dipicu saat anggota Komisi III Fraksi Demokrat Benny K Harman mencecar Ketua KPK Firli Bahuri terkait perburuan mantan caleg PDIP Harun Masiku yang menjadi buronan dalam kasus suap anggota KPU Wahyu Setiawan.

Anggota Komisi III Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan mengingatkan agar anggota dewan tidak memaksa mitra kerja menjawab sesuai kehendak penanya. Trimedya meminta Benny tidak perlu memaksa.

"Kalau sampai titik tertentu pasangan kerja kita sudah jawab begitu, tinggal kita kalau kita tidak puas, kita lanjutkan dalam rapat yang akan datang," ucap Trimedya.

Dia juga mengingatkan Benny tidak perlu sampai menyebut partai politik saat bicara penegakan hukum. Trimedya menegaskan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto patuh terhadap panggilan KPK saat memenuhi pemanggilan pertamanya.

"Kita juga mencoba arif, tidak boleh juga menyebut parpol tertentu, kalau kita mau tunjukkan bahwa soal penegakan hukum, saya kira tolong dilihat siapa sekjen partai yang begitu dipanggil KPK, panggilan pertama dia datang," kata Trimedya.

Trimedya sampai mengingatkan Benny supaya tidak perlu tendensius. Dia mengingatkan jika sudah di Komisi III tak ada batas partai per partai.

"Jadi melalui pimpinan, kami keberatan dengan sikap Benny sampai sebut seperti itu ya kita mencoba lah Benny sudah lama, di DPR ini adalah negarawan. Kita bukan adu ilmu di DPR ini. Nah yang ada di komisi juga negarawan jadi ke depan kita harapkan seperti itu dan itu bisa dilaksanakan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Benny pun membantah menyinggung secara langsung PDIP saat bertanya kepada KPK.

"Saya tidak pernah menyebut PDIP yang sebut PDIP adalah ketua," ucapnya.

"Anda menyebut partai penguasa," balas Trimedya.

"Saya bilang partai yang berkuasa, yang berkuasa kan tidak hanya PDIP, anda punya kesimpulan itu, yang menyebut PDIP eksplisit adalah ketua, bukan saya," jawab Benny.

Perdebatan itu pun berhenti. Trimedya tidak melanjutkan. Dia mengatakan harus undur dari rapat karena ada rapat dengan pimpinan partai. Trimedya lantas menutup dengan pertanyaan dari fraksi PDIP. [bal]

Baca juga:
Firli Tegaskan Pimpinan KPK Tak Punya Kepentingan dengan Harun Masiku
Ketua KPK: Yang Menyembunyikan Harun Masiku, Kita Tangkap
DPR ke KPK: Tolong Harun Masiku Jangan Disembunyikan
Dewan Pengawas KPK Ogah Ikut Campur Pencarian Harun Masiku
KPK Sisir Wilayah Terindikasi Tempat Persembunyian Harun Masiku: Belum Tertangkap
KPK Mulai Kehilangan Taji

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini