Ribut Ical vs Agung sampai bawa lonte dan mimpi basah

Rabu, 18 Maret 2015 09:34 Reporter : Eko Prasetya
Ribut Ical vs Agung sampai bawa lonte dan mimpi basah Ical dan Agung Laksono buka Mupimnas Kosgoro. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Dalam politik, integritas, loyalitas dan komitmen adalah modal utama. Itulah sebabnya ketika tiba-tiba seorang politisi kehilangan jati diri dan kecerdasannya hanya karena diiming-imingi atau terancam kedudukan serta jabatannya, lalu berubah sikap 180 derajad. Maka politisi itu layak disebut lonte politik atau politisi KKO (kanan kiri oke)


- Bambang Soesatyo

Merdeka.com - Menurutnya, loyalis Ical yang memastikan diri mendukung kepengurusan Agung Laksono adalah Mahyudin dan Airlangga Hartarto. Sikap keduanya disayangkan karena tergesa-gesa menyerah untuk mencari pengakuan pemerintah atas kepengurusan Golkar hasil Munas di Bali.

"Satu-dua pengurus partai versi Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie ada yang mbalelo dan merapat ke Ketum Golkar versi Ancol Agung Laksono. Bahkan, ada yang sudah memastikan berpindah haluan dan masuk dalam formasi kepengurusan kubu Agung seperti Wakil Ketua MPR Mahyudin dan Airlangga Hartarto. Padahal permainan belum selesai. The game is not really over yet. Istilah Betawinya, Belanda masih jauh. Masih terbuka lebar terjadinya perubahan cuaca antara KMP, Tengku Umar dan Medan Merdeka Utara," terang dia.

Lanjut dia, sikap itu menunjukkan ketakutan kehilangan jabatan yang mereka miliki sekarang. Padahal, jabatan yang mereka miliki adalah buah perjuangan seluruh kader partai beringin.

"Kami jelas menyayangkannya. Namun sekaligus juga bersyukur. Karena Langkah satu-dua, tokoh Golkar yang berbalik badan itu telah membuka mata kami dan mata para kader Golkar lainnya hingga akar rumput. Bahwa ternyata ada juga tokoh Golkar yang hanya menjadi pemburu jabatan dan kini ketakutan kehilangan jabatan yang kini dinikmatinya itu. Padahal jabatan tersebut merupakan hasil perjuangan seluruh elemen partai Golkar yang diberikan kepadanya," pungkas dia.

Selain itu, Bambang menyebut Golkar kubu Agung sedang mimpi basah karena menikmati kemenangan semu, sementara proses hukum gugatan sedang berjalan. "Hehehe...disahkan menang saja belum sudah merasa menang dan koar-koar mau PAW. Lagi pula saya tidak akan mati dicopot dari DPR. Jangan bermimpi basah dululah," katanya.

Apakah pantas politikus mengeluarkan kata 'lonte' dan 'mimpi basah' dalam berpolitik? [eko] SEBELUMNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini