Ribuan bilik dan kotak suara milik KPU Sragen hilang misterius

Minggu, 8 November 2015 14:18 Reporter : Arie Sunaryo
Ribuan bilik dan kotak suara milik KPU Sragen hilang misterius Penghitungan suara Pemilu tingkat Kelurahan. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Sebanyak 9.620 bilik suara dan 422 kotak suara milik KPU Kabupaten Sragen, Jawa Tengah raib. Diduga barang-barang tersebut dicuri beberapa bulan lalu, namun petugas KPU baru mengetahuinya pada hari Jumat lalu.

Atas hilangnya kotak dan bilik suara ini, KPU Sragen berencana meminjam kotak suara milik KPU Kabupaten Karanganyar, saat pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember mendatang. Petugas KPU Kabupaten Sragen, Dodok Sartono mengaku sudah melapor ke Polres setempat. Dalam laporan itu disebutkan kotak suara yang hilang mencapai 422 buah dan bilik yang hilang 9.620 buah dengan kerugian mencapai Rp 555 juta.

"Kami sudah lapor ke Polres, pelaporan dilakukan oleh sekretaris KPU Sragen Sutrisna didampingi Kasubag Umum Sekretariat KPU Wibisono. Mereka datang ke Polres untuk melaporkan kronologis dan jumlah kotak maupun bilik suara yang diketahui raib misterius di tempat penyimpanan di gudang lama milik Pemkab Sragen," ujar Dodok, Minggu (8/11).

Dodok yang juga bertugas sebagai Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Sragen menambahkan barang-barang yang hilang tersebut sengaja dititipkan digudang lama milik Pemkab Sragen, yang tidak ada penjaganya.

"Barangnya memang kami titipkan di gedung lama, karena KPU tidak memiliki gudang sendiri dan tidak mampu untuk menyewa gudang untuk menyimpan bilik suara yang jumlah mencapai ribuan buah tersebut," tandasnya.

Lebih lanjut Dodok menjelaskan, untuk pelaksanaan pilkada nanti pihaknya berencana meminjam bilik maupun kotak suara milik KPU Kabupaten Karangnyar. Menurut Dodok dari hasil penghitungan ulang terhadap sisa bilik dan kotak yang tertinggal di gudang, jumlah kotak suara yang hilang ada 422 buah dari total 9.782 kotak suara yang di simpan di gudang itu. Sedangkan untuk bilik suara, kehilangannya sangat fantastis mencapai 9.620 buah. Bahkan dari total 9.954 buah bilik yang ada, hanya ada 334 buah bilik saja yang disisakan oleh pelaku.

"Kami berharap dengan laporan itu, polisi bisa melakukan penyelidikan dan menguak siapa pelaku dan motif pencurian perlengkapan pilkada secara masif tersebut. KPU siap untuk proaktif membantu kepolisian agar misteri pencurian dan kehilangan ini bisa segera terungkap," pungkasnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Jakarta
  3. KPU
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini