Relawan Tunggu Komando Jokowi Dukung Siapa di Pilpres 2024

Kamis, 17 Juni 2021 19:47 Reporter : Merdeka
Relawan Tunggu Komando Jokowi Dukung Siapa di Pilpres 2024 Seknas Jokowi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Bidang Kelembagaan dan Hubungan Antar-Lembaga, Seknas Jokowi, Dono Prasetyo mengatakan pihaknya masih menunggu komando dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menambatkan dukungan kepada siapa pada Pilpres 2024.

"Pada titik ini kita kembali mengingat arahan Presiden Jokowi pada Rapimnas kemarin, ketika beliau menggunakan diksi 'Ojo Kesusu' (jangan terburu-buru). Maksudnya jangan terburu-buru mendukung tokoh tertentu, kita agar bersabar menanti arahan dari Jokowi," kata Dono dalam keterangan tulis, Kamis (17/6).

Menurut Dono, di saat Pilpres masih cukup jauh, maka kondisi politik nasional masih akan fluktuatif. Menurutnya, jika barisan relawan Jokowi yang telah berhasil mengorbitkan idolanya itu menjadi presiden dua periode terburu-buru dalam menyatakan dukungan terhadap seorang figur, maka langkah itu akan dianggap terlalu gegabah.

"Mengingat situasi politik masih berkembang dinamis, terlihat dari manuver sejumlah figur atau parpol, baik yang dilakukan secara halus maupun terang-terangan dalam konteks menuju Pilpres 2024. Dengan demikian dimensi waktu menjadi sangat relatif. Menunggu terlalu lama, posisi relawan seolah menjadi 'mengapung', sementara bila buru-buru sama sekali tidak taktis," ungkapnya.

Dono menerangkan konsep relawan sebenarnya memberi ruang pada aspirasi politik masyarakat, terutama bagi mereka yang aspirasinya tidak bisa ditampung oleh partai yang tersedia. Berkaca dari pengalaman relawan Jokowi, menurut Dono saat partai yang berafiliasi dengan Jokowi tak segera menyatakan dukungan untuk menjadikan Jokowi Capres pada 2014 lampau, relawan saat itu bergerak untuk memastikan bahwa Jokowi memang layak.

"Langkah cepat relawan bukan lahir dari ruang kosong. Sosok dan kinerja Jokowi sudah terpantau sejak lama, khususnya saat berkiprah sebagai Wali Kota Solo (2005-2012). Ketika masih menjadi Wali Kota Solo, embrio relawan Jokowi sebenarnya sudah muncul, mereka adalah simpul yang secara sadar ingin mengorbitkan Jokowi, dengan pertimbangan Jokowi adalah figur yang tepat untuk memimpin bangsa di masa depan," katanya.

Dono mengatakan, potensi politisasi terhadap relawan Jokowi tetap ada. Pasalnya berkaca dari pengalaman Jokowi dulu, relawan mampu menempatkan bekas Wali Kota Solo itu menjadi orang nomor satu di Tanah Air. Pengalaman seperti itulah yang akhirnya membuat konsep relawan disalin di berbagai level.

"Relawan Jokowi telah menjadi trend setter dalam momen Pilpres, termasuk level di bawahnya, yakni Pilkada gubernur dan bupati. Dalam posisinya strategis seperti itulah, sebagaimana diakui Jokowi sendiri, potensi terjadinya politisasi pada relawan senantiasa hadir. Gejalanya sudah bisa kita saksikan hari ini, ketika komunitas relawan mulai ditarik-tarik ke kubu salah satu figur, atau memang ada komunitas relawan yang 'mencuri start' dengan cara mendukung figur tertentu," katanya.

Untuk itu, menurut Dono sembari menunggu arahan Jokowi, relawan bisa melakukan pengawalan terus terhadap proses demokrasi di Tanah Air. "Utamanya memastikan proses pemilu akan berjalan sesuai regulasi dan tidak menimbulkan friksi berkepanjangan di masyarakat," pungkasnya.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini