Rektor Unair: Setiap akademisi boleh lakukan survei

Rabu, 30 Mei 2018 17:37 Reporter : Witanto
Ilustrasi survei online. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih akhirnya mengeluarkan pernyataan ke publik terkait pemberitaan yang menyatakan bahwa lembaga sekelas Unair memang tidak pernah melakukan survei. Apalagi terkait dengan elektabilitas pasangan calon gubernur/wakil gubernur di Pilkada Jatim 2018.

Secara kelembagaan/institusi Unair bersikap independen dan tidak memihak pada salah satu pasangan calon, netral serta tidak berpolitik praktis. Nah, pada poin ketiga Rektor menyebutkan bahwa di setiap akademisi di Unair mempunyai hak serta kebebasan akademik untuk berpendapat serta melakukan penelitian.

"Termasuk melakukan survei, sepanjang hal tersebut dilakukan sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki serta menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan," jelas Nasih sesuai dengan keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (30/5/2018).

Jika menilik poin ke tiga ini artinya apa yang dilakukan oleh Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puspek) memang menjadi tanggung jawab pihak kajian itu sendiri tanpa melibatkan pihak rektorat atau Unair secara kelembagaan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Hal itu terlihat pada pernyataan rektor ke empat yakni Hasil survei atau penelitian sebagaimana butir ke 3 merupakan tanggung jawab individu masing-masing pelaksana survei, bukan tanggung jawab Unair/Lembaga, serta tidak menggambarkan pendapat dan pandangan Unair.

Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puspek) FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan survei terbaru untuk mengetahui elektabilitas pasangan calon yang bertarung di Pilgub Jatim 2018. Survei itu digelar 12-19 Mei 2018 di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim dengan jumlah responden 800 orang. Survei ini memiliki margin of error 2 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen.

"Elektabilitas Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Cawagub Puti Guntur Soekarno sebesar 47,25 persen. Ini unggul lima persen dibandingkan duet Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang sebesar 42,25 persen.
Adapun yang belum menentukan pilihan sebesar 10,5 persen," kata Direktur Puspek FISIP Unair Putu Aditya kepada wartawan di Cafe Tjap Pregolan Surabaya, Selasa (29/5/2018) kemarin. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini