Reaksi Kubu Prabowo Tanggapi Tudingan soal Soeharto 'Guru Korupsi'

Senin, 3 Desember 2018 06:44 Reporter : Syifa Hanifah
Reaksi Kubu Prabowo Tanggapi Tudingan soal Soeharto 'Guru Korupsi' Soeharto dan bu tien. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah menyampaikan pernyataan keras terkait Presiden ke-2 Soeharto sebagai guru korupsi. Pernyataan Basarah langsung menuai polemik.

"Jadi, guru dari korupsi Indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto. Dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," kata Basarah.

Pernyataan Basarah mengundang beragam reaksi. Apalagi diungkapkan di tengah tahun politik menjelang Pilpres 2019. Berikut ini reaksi orang-orang yang tak terima Soeharto dituduh sebagai guru korupsi:

1 dari 5 halaman

Ahmad Basarah Akan Dilaporkan ke Polisi

Tommy Soeharto. ©2018 Merdeka.com

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto meminta Laskar Berkarya untuk melaporkan Ahmad Basarah ke pihak berwajib. Laporan tersebut terkait pernyataan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu yang menyebut Soeharto adalah guru korupsi.

"Saya minta Laskar Berkarya sebagai sayap partai untuk menuntut. Karena faktanya tidak demikian," kata Tommy dalam sambutan pada pengukuhan DPP Laskar Berkarya di Bogor, Jumat (30/11).

2 dari 5 halaman

Fitnah Keji dan Hoaks

Priyo Budi Santoso. ©2014 Merdeka.com/iqbal fadil

Tuduhan Soeharto sebagai guru korupsi menuai protes keras dari Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. Menurutnya, tuduhan itu fitnah yang keji. Mantan politisi Golkar ini mengatakan Soeharto berjasa besar dalam membangun bangsa Indonesia. Karena dijuluki sebagai Bapak Pembangunan.

"Tuduhan guru korupsi merupakan fitnah yang keji. Pak Harto (Soeharto) hidupnya sederhana dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat," ujar Priyo Budi Santoso.

3 dari 5 halaman

Politikus Demokrat Ikut Bereaksi

ferdinand hutahaean. ©2018 Merdeka.com/hari ariyanti

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandiaga, Ferdinand Hutahaean turut berkomentar terkait julukan guru korupsi terhadap Soeharto. Menurut Ferdinand, kejadian itu menimbulkan kesan koalisi capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin tidak menghormati pemimpin terdahulu.

"Tim Jokowi Ma'aruf ini sepertinya memang dihinggapi penyakit tidak menghormati pemimpin pendahulu bangsa ini. Ini menunjukkan kualitas Tim Jokowi yang tidak tau terimakasih kepada para pemimpin terdahulu," katanya.

4 dari 5 halaman

Prestasi Orde Baru Banyak Sekali

Fadli Zon. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tidak setuju bila Soeharto disebut sebagai guru korupsi. Fadli mengatakan, banyak prestasi yang dilakukan Presiden Soeharto di era orde baru. Pencapaian-pencapaian Soeharto juga luar biasa dan diakui dunia internasional. Termasuk soal pertumbuhan ekonomi yang cukup konstan sampai menembus angka 7 persen di tahun-tahun tertentu.

"Menurut saya prestasi Orde Baru sudah banyak sekali, ekonomi, pemberantasan pengentasan kemiskinan, pembangunan-pembangunan infrastruktur dan lain-lain ," kata Fadli.

5 dari 5 halaman

Hentikan Saling Tuduh Menuduh

Rapimnas Partai Golkar. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Sementara itu Partai Golkar meminta semua pihak untuk menghentikan polemik ini. Jangan ada lagi saling tuduh menuduh. Menurut Ketua Pemenangan Golkar wilayah Sumatera, Indra Bambang Utoyo hal ini hanya membuat perpecahan bangsa.

"Rasanya terbaik kita hentikan saling tuduh menuduh itu, malah membuat perpecahan saja," kata Indra. [has]

Baca juga:
PDIP Ingatkan Partai Berkarya: Pascareformasi Bu Mega Minta Hentikan Hujat Soeharto
Polemik Cap 'Soeharto Guru Korupsi', PDIP Sebut karena Berkuasa Terlalu Lama
Hasto Sebut Amien Rais Seharusnya Sepaham dengan PDIP Soal Soeharto Guru Korupsi
Sekjen PDIP Beberkan Kebobrokan Soeharto dan Tommy
Rakornas PDIP Bahas Pemenangan Pemilu sampai Gugatan Keluarga Cendana

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini