Reaksi 'Geram' Kubu Jokowi Atas Ceramah Habib Bahar

Senin, 3 Desember 2018 06:15 Reporter : Syifa Hanifah
Reaksi 'Geram' Kubu Jokowi Atas Ceramah Habib Bahar Pawai Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Media sosial geger soal ceramah Habib Bahar bin Smith. Isi ceramah Habib Bahar dilaporkan ke polisi karena dianggap menghina Presiden Jokowi. Dalam video itu, Habib Bahar dianggap mengucapkan kata tidak etis.

"Kalau kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu." kata Habib Bahar dalam video tersebut. Dia juga menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat.

Ceramah Habib Bahar membuat orang-orang terdekat Jokowi 'geram'. Berikut ini reaksi kubu Jokowi atas ceramah Habib Bahar:

1 dari 5 halaman

Sangat Tak Pantas

Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily. Dokumen Partai Golkar

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi, Ace Hasan Syadzily mengomentari ceramah Habib Bahar bin Smith yang dianggap menghina Jokowi. Menurut dia, sangat tidak pantas seorang Habib menyebut Presiden sebagai banci.

"Tak pantas seorang yang mengaku Habib mengeluarkan kata-kata yang tak etis dengan menyebut Presiden banci, haid, buka celana dan lain-lain. Nabi saja mengajarkan kita untuk bertutur kata yang lembut (qaulan layyinan) dan berkata baik (qaulan ma'rufa). Bukan mencaci maki yang bernada kebencian," kata Ace.

2 dari 5 halaman

Ceramah Harus Mendidik, Tak Melecehkan

Workshop nasional PPP se-Indonesia. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi menyatakan ceramah para pemuka agama harus mendidik dan tidak menyebar kebencian. Menurutnya, sebagai publik figur, Habib Bahar harus memberikan contoh yang baik serta mengajarkan kebaikan pada masyarakat. Bukan justru memberikan ceramah yang menghina dan menyakiti orang lain.

"Ya memang sebaiknya ceramah itu berhati-hati harus mendidik, tidak mengumbar kebencian apalagi pelecehan," kata Baidowi.

3 dari 5 halaman

Cak Imin: Model Gitu Ingin Populer

Muhaimin Iskandar. ©2017 Merdeka.com/Rendi Perdana

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai Habib Bahar bin Smith yang menghina Presiden Joko Widodo cuma mencari popularitas. Menurutnya, model penceramah seperti itu tidak layak diikuti.

"Kayak model-model gitu tuh ingin populer, kedua memang pengalaman emosinya belum stabil sehingga tidak layak diikuti. Masyarakat atau publik harus pintar memilih habib ulama yang benar ilmunya," katanya.

4 dari 5 halaman

Respons Istana

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. ©2018 Merdeka.com

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ikut berkomentar terkait hal tersebut. Moeldoko mengutuk keras perkataan Habib Bahar. Menurut dia, isi ceramah Habib Bahar yang menghina Jokowi justru tidak mencerminkan sikap Islam.

"Seorang ulama harus menjadi panutan dari tutur katanya, dari perilakunya, masak seperti itu. Sebagai pribadi saya enggak respek," ucapnya.

5 dari 5 halaman

Habib Bahar Dipolisikan

Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Atas ceramah itu, Ketum Cyber Indonesia Muannas Alaidid mempolisikan Habib Bahar ke Polda Metro Jaya, Rabu (28/11). Dia menilai, ceramah Habib Bahar sudah tak bisa ditolerir lagi. Sebab, ucapannya itu merendahkan kepala negara yang seharusnya dihormati.

"Ini bukan kritik atau ceramah yang beradab, jika mau protes silakan tapi yah jangan melecehkan seperti itu. Tidak pantas juga orang yang disebut habib dan ulama berkata kasar penuh kebencian seperti itu," Kata Muannas. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini