Ratusan Petugas KPPS Tewas, MER-C Desak KPU Hentikan Penghitungan Suara

Rabu, 15 Mei 2019 15:14 Reporter : Merdeka
Ratusan Petugas KPPS Tewas, MER-C Desak KPU Hentikan Penghitungan Suara MER-C minta KPU hentikan penghitungan suara. ©2019 Merdeka.com/nanda perdana

Merdeka.com - Pembina Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Joserizal Jurnalis menyampaikan, ratusan korban tewas dari petugas KPPS mengindikasikan abainya Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap isu kemanusiaan. Untuk itu, penghentian proses penghitungan suara menjadi logis untuk dilakukan.

Hingga 7 Mei 2019, petugas pemilu yang tewas mencapai 554 orang. Petugas tersebut meliputi anggota KPPS, Polri dan Bawaslu.

"Kalau perlu diberhentikan dulu penghitungan suara. Diberhentikan dulu. Fokus penanganan pencegahan ini dan semua pembiayaan dikerahkan untuk hal tersebut," tutur Joserizal di Kantor MER-C, Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

Menurut Joserizal, dengan penghentian proses penghitungan suara maka tidak ada lagi beban para petugas dan akhirnya mencegah timbulnya korban baru.

Lebih lanjut, KPU juga dapat lebih fokus melakukan investigasi atas masalah tersebut. Pasalnya yang tergambar saat ini hanyalah bentuk pembiaran, hingga terkesan tidak punya sense of crisis dan sense of emergency.

"Bukti pembiaran, pertama korban meningkat jumlahnya, kedua tidak ada asuransi, ketiga proses rekrutmen yang tidak proper keempat surat kesehatan dari puskesmas, kelima tidak jelas pembiayaannya, sebagian besar keluarga yang nanggung," jelas dia.

Atas dasar itu, MER-C pun juga membentuk tim mitigasi untuk menelusuri penyebab kematian ratusan petugas KPPS. Terlebih, audiensi yang telah dilakukan dengan KPU dan Bawaslu pun tidak membuahkan hasil baik.

"Tidak ada bencana, tidak ada penyakit, meninggal dalam periode cukup singkat, dalam jumlah banyak. Tapi kita tidak boleh ambil kesimpulan grasa-grusu. Teori boleh saja, hipotesis, tetap pembuktiannya cause of death," Joserizal menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini