Ramai-Ramai Dukung Gibran

Jumat, 14 Februari 2020 07:07 Reporter : Arie Sunaryo, Ahda Bayhaqi
Ramai-Ramai Dukung Gibran Gibran blusukan temui warga. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - "Warga Solo menginginkan sosok pemimpin yang baru. Tidak harus muda, tapi mengerti apa yang dibutuhkan Kota Solo."

Ucapan itu meluncur dari mulut Wibowo Nugroho, salah satu pengusaha muda di Kota Solo. Menurutnya, kondisi Solo dalam beberapa tahun terakhir seperti berjalan di tempat. Sektor pariwisata yang seharusnya menjadi potensi besar, gagal dimaksimalkan dengan baik.

"Pemimpinnya gagal mem-branding," ujar Wibowo dalam perbincangan dengan merdeka.com, Kamis (13/2).

Harapan munculnya sosok pemimpin baru itu kini berada di pundak PDI Perjuangan. Hasil Pemilu 2019 menjadikan Banteng Moncong Putih penguasa di DPRD Solo. Dari 45 kursi, PDIP memborong 30 kursi dan sisanya dibagi untuk PKS (5 kursi), Golkar (3 kursi), PAN (3 kursi), Gerindra (3 kursi) dan PSI (1 kursi). Dengan komposisi itu, PDIP menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung sendiri pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di pilkada serentak 2020.

Munculnya Gibran Rakabuming Raka, putera sulung Presiden Jokowi yang mencalonkan diri melalui PDIP, memberikan harapan sosok muda akan menggantikan politikus-politikus tua di Kota Solo.

"Dibutuhkan sosok yang dinamis, visioner, dan mau menerima perubahan tanpa meninggalkan budaya. Tidak harus anak muda, tetapi harus peka terhadap perubahan. Contohnya Bu Risma di Surabaya, Ridwan Kamil di Jawa Barat," tutur Wibowo lagi.

Siapa yang akan mendapat rekomendasi di Pilkada Solo, hingga Jumat (14/2), PDIP belum memutuskan. Pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa yang awalnya dicalonkan oleh DPC PDIP Solo, harus menunggu keputusan DPP PDIP. Penyebabnya, Gibran ikut mendaftar dan mengikuti tahapan seleksi calon kepala daerah melalui DPD PDIP Jawa Tengah.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto mengatakan, hasil uji kelayakan dan kepatutan bakal calon wali kota Solo sebenarnya sudah rampung. Tapi rapat pleno DPP untuk memutuskan siapa yang akan diusung, urung digelar. Dia memperkirakan rekomendasi itu akan dikeluarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada akhir Maret mendatang bersamaan dengan rekomendasi untuk para calon kepala daerah di wilayah lain yang akan menggelar pilkada serentak di tahun 2020.

"Sampai hari ini belum, kita belum rapat lagi. Materi wawancara fit and proper test kemarin sudah disusun, tetapi belum dilakukan rapat," ujar Bambang saat dihubungi, Kamis (13/2).

"23 Maret. Itu adalah selambat-lambatnya pengumuman dari seluruh wilayah," kata Bambang.

Baca Selanjutnya: Didukung Prabowo dan SBY...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini