Raih suara tertinggi, Bambang Sadono wakili Jateng jadi DPD RI

Sabtu, 26 April 2014 02:02 Reporter : Parwito
Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Bambang Sadono yang juga mantan wartawan itu dipastikan meraih tiket dan terpilih menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Jateng periode 2014-2019.

Hal itu terlihat dari rekapitulasi hasil suara DPD, DPR , DPRD Jateng tingkat Provinsi di KPU Jateng, Jumat (25/4). Sementara jumlah perolehan suara DPD sebanyak 19.863.533 dengan suara sah sebanyak 14.364.457 dan suara tidak sah sebanyak 5.499.076.

Meski hanya berada di urutan tiga dari 31 jumlah perolehan suara terbesar calon DPD, namun tokoh yang pernah gagal mencalonkan diri sebagai Gubernur Jateng beberapa waktu lalu itu dipastikan meraih tiket untuk perwakilan DPD RI wilayah Jateng.

Berdasarkan perolehan suara terbanyak DPD, calon nomor urut 7, Denty Eka Widi Partiwi mendapatkan suara (1.900.765), disusul dengan nomor urut 27, H Sulistiyo dengan jumlah suara (1.236.684), H. Bambang Sadono (1.235.495) dan H. Akhmad Muqowam (932.663).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU Jateng, Joko Purnomo menjelaskan, untuk perolehan suara calon DPD akan ditetapkan menjadi empat besar saja, kemudian KPU RI yang akan menentukan calon terpilih secara nasional.

"Akan ada penetapan pemenang terpilih. Setelah rekap, perolehan, bagi kursi dan mencari caleg siapa yang akan jadi, itu secara nasional, " ujarnya.

Meski telah menyelesaikan rapat pleno penghitungan suara parpol dan caleg di tingkat provinsi, pihaknya hanya menetapkan perolehan suara parpol dan caleg di tingkat provinsi saja, bukan menghitung jumlah kursi yang didapatkan.

Pada regulasinya, perolehan suara di tingkat provinsi itu baru akan dikirim ke KPU pusat untuk ditetapkan perolehan suara parpol secara nasional tanggal 6 dan 9 Mei mendatang.

"Nanti untuk suara DPD dan DPRD Provinsi akan direkap oleh KPU pusat di Jakarta," beber dia.

Pakar Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Susilo Utomo mengatakan, terpilihnya seorang aktivis partai politik (parpol) dalam pencalonannya di DPD memang menjadi hal yang masuk akal di kancah Pemilu 2014. Karena sebelum Pemilu 2009 lalu, khusus anggota DPD tidak boleh berasal dari parpol ataupun harus independen.

"Jadi dengan kebijakan itu, sekarang muncul tokoh politik di daerah untuk DPD. Sementara DPD ini kan sedikit kuat karena menuntut hak dia sebagai pengawas legislatif," kata Susilo.

Joko menambahkan, terpilihnya empat calon DPD dari Jateng itu tak lepas dari kapasitasnya sebagai bagian dari partai politik maupun aktivis yang punya pengaruh besar di Jateng.

Seperti halnya nama Denty Eka Widi Partiwi yang lahir dari penggerak PKK di Jateng, H Sulistiyo yang berangkat dari PGRI, Bambang Sadono yang berangkat dari Partai Golkar dan legislatif. Begitu juga Akhmad Muqowam yang lahir dari PPP.

"Maka kita berharap dengan pengalaman politik mereka, keempatnya akan lebih mampu memperjuangkan kepentingan daerah Jateng agar tak tertinggal dari provinsi lainnya," imbuh Direktur Pusat Kajian Otonomi Daerah dan Kependudukan (Puskodak) Undip itu. [gib]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu 2014
  2. DPD
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini